Aku bersyukur, ada
suatu yayasan beasiswa yang memberikan tambahan uang saku setiap bulannya
dengan cita-cita yang amat mulia. “Bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Salah satu gagasan yang aku dapatkan adalah, mereka ingin memutus rantai kemiskinan
dengan pendidikan.
Begitulah, alasan
mengapa aku ingin mengabdikan diri pada kementrian rumah belajar di paguyuban
penerima beasiswa. Bukan sebagai pegawai yang menerima bayaran perbulan dengan
bekerja. Bukan. Namun lebih karena aku ingin berterimakasih. Sebuah konsep give –memberi-. Orang yang memberi, maka
akan tergerak hatinya untuk memberi kembali, ah ya konsep ini hanya untuk orang yang memiliki nurani.
Singkatnya, aku
mengabdikan diri ke paguyuban karena aku ingin menjadi kepanjangan dari cita-cita
para pendiri yayasan beasiswaku. “Memutus rantai kemiskinan dengan pendidikan,-bersama
sama mencerdaskan kehidupan bangsa”. Bagi mereka, yang orang tuanya sanggup
membiayai kuliah di swasta, maka tidak terlalu banyak khawatir. Namun bagi
kami, yang masih dalam status “makan apa”
dalam keseharian, maka satu-satunya jalan untuk mendapatkan kehidupan yang
lebih baik adalah melalui pendidikan, dengan belajar di universitas negri. Dengan
pendidikan, kelak diharapkan, akan dapat berkarir, atau setidaknya memiliki
pemikiran terbuka dengan wawasan yang luas untuk memiliki sebuah usaha.
Maka superbedjo harus
sukses. Mereka bukan diambil dari anak-anak cerdas. Melainkan dari golongan
menengah ke bawah, yang memiliki semangat mengabdi, dan dari berbagai tingkat
kecerdasan. Jika hanya mereka yang sudah cerdas, dan sudah tentu masuk
perguruan tinggi, untuk apalah kami bersusah payah mengadakan kelas 4x
seminggu. Paham? Kalian harus sukses ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar