Jumat, 29 Agustus 2014

~catatan pematahan beton pertama~

More than beautiful, it's amazing . untuk pertama kalinya sepanjang aku latihan di perguruan pencak silat merpati putih, penyaluran tenaga dlm bentuk pematahan beton. Sebelumnya sama sekali belum pernah aku mematahkan satu beton pun dengan berbagai teknik *teknik seadanya tentunya. Pun pada ujian kenaikan tingkat pertamaku beberapa bulan lalu. Hanya segelintir yang berhasil. Terkecuali aku. Kami semua menyebut beton-beton tersebut ''beton dewa''. Beton berkadar semen tinggi, partikelnya sangat kompak, susah mematahkannya.

Sore ini, di lapangan GSP yg indah, kami akan melakukan gladi untuk inagurasi ospek univ. Beberapa unit kegiatan mahasiswa mendapat kehormatan untuk unjuk kebolehan masing-masing. Sebagai andalan, rangkaian gerak dan pematahan adalah ciri khas kami.
Sore yg lumayan terik sebenarnya. Kami kira gladi harus menampilkan semuanya, termasuk pamatahan. Kami sudah membawa tonggak dan beberapa ''beton dewa'' untuk ini. Namun ternyata hanya petunjuk cara masuk keluar dan susunan ukm. Oke fine, semua peralatan yang kami bawa hampir sia-sia. Untungnya, kami punya ide. Memecahkan beton-beton tersebut di sedikit keramaian sore GSP.

Ada satu beton tingkat A-Pi. Itu beton yg seharusnya ku patahkan di ujian lalu, tapi tidak berhasil. Aku dan kawan2 tingkat dasar 2 harus mencobanya kali ini. Aku mencoba pertama, ku kerahkan semua pengetahuanku tentang pematahan teknik punggung siku. Sedikit ragu, dan yak, aku gagal. Arvita mencoba setelahku, dia barusaja pendidikan polwan, powernya bagus. Namun gagal pula. Sepertinya teknik kami yang kurang, kami juga belum begitu banyak pengerasan*.

Aku penasaran, seharusnya itu teknik termudah untuk pematahan. Tak elak, aku mencobanya lagi. Memantapkan perkenaan, mencoba ayunan gerakan, mengejangkan tangan, olah nafas, daaaaan ... preekkk .. Patah, waaa pataaaah akhirnya pataaaah :') . indah nian, rasanyaa bener2 amazing. Tangan kurus kecil ini akhirnya bisa mematahkan beton :"D . Untuk sebagian orang, mungkin ini biasa saja. Mungkin tak perlu banyak ba bi bu dengan mudah dapat melakukannya. Tp untukku pribadi ini luar biasa.

Setelahku ada juga dimas, pindahan dari kolat klaten kalau tidak salah. Dia mencoba mematahkan beton C , dua tingkat di atasku. Dengan teknik pisau tangan *teknik paling susah, sekali mencoba, prakk patah. Luar biasa. Ada pula mba ning ning dengan cercaan kakinya. Wooouw kolat ini kereen!!

Bergabunglah dengan kami Merpati Putih Kolat UGM, info selengkapnya di:
merpatiputih.ukm.ugm.ac.id

Rabu, 27 Agustus 2014

Alun-alun magelang

Alun-alun Magelang

Beberapa waktu lalu aku dan sepupuku memyempatkan diri mampir ke alun-alun ini. Saat itu terik sedang memuncak karena kita berkunjung di siang bolong. Bertahun-tahun aku mengabaikan tempat ini. Sudah hampir 7 tahun ini aku menganyam pendidikan di tanah orang. Setiap melewati tempat ini aku cuek saja. Sampai hari itu.

Ketika kami memarkir motor, kami disambut dengan semilir angin segar. Pohon2 beringin berusia puluhan atau mungkin ratusan tahun membuat tepi alun2 ini lebih rindang. Angin yang berhembus seperti nyanyian Nina bobok, nyaman sekali, hingga rasa kantuk sedikit menyerang.

Beranjak ke main area di alun2, rumput hijau muda nan rapi menemani kami berpijak di tanah ini. Tampak dari kejauhan patung pangeran diponegoro sedang menaiki kudanya sambil menunjuk ke suatu arah. Konon, arah tersebut memeiliki arti. Di sebelah Timur paying pangeran, ada tempat yg jadi favorit untuk dapet jepretan. Yaitu tulisan kota M A G E L A N G. indahnyaaa. Pemerintah kota ini telah bekerja keras rupanya, hingga tempat yg dulu tak begitu tertata dan sampah bertebaran dimana2, sekarang menjadi cantikk. Bangga Magelangg!!!

Sayang siang itu benar2 terik. Kami tak bisa berlama2. Sebelum muka kami menjadi udang rebusss di tempat itu




Senin, 04 Agustus 2014

Monggo Mampir Teng Sekarlagit

Monggo Mampir Teng Sekarlagit

cantik air terjunnyaaa
Langit mulai berawan ketika kami memtuskan pergi ke kecamatan sebelah. Ada beberapa destinasi wisata menarik di sana. Namanya kecamatan Gerabag. Disana terdapat telaga bleder, candi umbul (kami menyebutnya “tuk umbul”), juga air terjun sekarlangit. Berhubung kami berangkat ketika matahari sudah condong ke barat, hanya satu tujuan yang kami sambangi : air terjun.

Diperlukan waktu 15 menit untuk mencapai tempat itu dari kediaman kami (*halah secang).  Berhubung masih dalam masa lebaran, jadi jalanan terkenal macet (seperti jalan magelang-semarang), jadi kami memutar otak, melalui jalan tikus, jalan desa.  Bentuk jalanan berupa tanjakan berkelanjutan mewarnai perjalanan. Tapi jangan salah, di perjalanan pulang kemudian, sepanjang mata memandang kami disuguhi pemandangan sawah dan gunung yang super indah *sayang ngga sempat foto.

Untuk memasuki area wisata air terjun, kami hanya dikenakan insentif Rp. 5000,- per orang *biasanya kalo bukan hari libur begini lebih murah, hhe. Dengan insentif tersebut kami sudah bisa menikmati fasilitas jalan setapak yang sudah rapi bersemen, pemandangan indah di perjalanan, juga segarnya air terjun bunga langit “sekar langit”. Karena dibutuhkan berjalan kaki sekitar 1 km untuk mencapai air terjun (*jalan kaki bagus lho untuk mencegah osteoporosis, juga membakar lemak dan kalori biar langsingan dikit).

di belakang ada sungai aliran
dr air terjun
Tak sampai berpuluh-puluh menit, bau air terjun sudah tercium. Hilang sudah lelah kaki selama berjalan. Karena air terjun cantik nan segar sedap di depan mata. Bahkan kalau tidak mendung, kata ayah kita bisa melihat sun set dari tempat ini. Kebetulan ketika kami ke tempat itu terdapat salah satu pengunjung yang membakar dupa. Awalnya bau harum, tapi lama kelamaan membuat kepala pusing. Sedikit terganggu dengan hal tersebut, tp tetep bisa eksis dong mengangkat kamera (*haiyaaa).






ini gerbang masuknya sob
ini jalanan panjang nan berliku xixi
kalo ini jalanan 1 km yg kita
tempuh


lagi nungguin cowok2 ganteng sholat


narsis di jalan wkwk



ini aliran dari waterfall nya
keren kan sob


mau menggalau juga bisa
ini ibu lagi mengenang
masa muda




Komunikasi Terakhir


Komunikasi Terakhir
6 Juli 2014
Me: malioboro udh berubah :(
Him: sooner or later, everything we knew’ll change into something strange.
Don’t worry about the changes. Everybody can destroy everything but not memories. Someday if I “go home” earlier before you, you can still remember me by our old malioboro. I’ll do the same if it ever happened to you.

sumber: gde-fon.com
Tak pernah sekalipun kami saling mengungkapkan rasa kagum masing-masing. Semua diam, tersirat dalam tindakan dan bahasa jiwa yang terucap dalam air muka. Dulu, aku mengira akan ada satu momen, mungkin ketika kelulusan atau acara perpisahan di tahun akhir. Namun ternyata tidak. Kami diam seribu bahasa dan membiarkan kisah monyet ini perlahan meredup dan menghilang. Hingga lost contact sama sekali.

Tak tahu maya atau nyata, seseorang telah membuatku selalu memikirkannya selama masa remajaku. Mengganggu malam-malam panjangku, mengusik belajarku di tanah rantau. Memberi bumbu manis, cemburu, kesal, senyum, semuanya. Aku anggap dia iklan dalam sebuah acara tayangan televisi “masa SMA” ku. Membuat rating acara itu kadang naik dan kadang turun. Aku tidak akan menyalahkan diriku karena hal ini. Ini hanya permainan remaja biasa, yang wajar, yang hampir semua orang merasakannya.

Malioboro. Sebuah tempat di jantung kota Yogyakarta. Ramah nian dengan segala pernak-pernik lampu malamnya. Di tahun pertama, mengayuh sepeda hingga ke tempat itu begitu menyenangkan. Bertemu di depan istana. Tahun ketiga, berjalan kaki menyusuri jalanan kota jogja. Jogja yang kala itu masih ramah. Lampu kuning yang menghiasi malam. Juga halaman benteng vredeburg, belum menjadi tempat parkir kotor seperti sekarang. Dulu dulu, dulu ketika dia masih tinggal di kota ini. j o g j a .

Sekarang sudah menjalani pilihan masing-masing. Terlepas kita akan bertemu atau tidak suatu saat nanti, biarkan aku tetap mengingatnya. Seperti katamu, I’ll remember you by our old malioboro. Semoga sukses, dimanapun kamu berada saat ini. Menjadi apapun kamu di masa depan. Dan siapapun pendampingmu kelak. 

Terimakasih untuk pengalaman ini sobat :)

*aku ingkar janji untuk ngga menye-menye soal beginian. Sekali saja, lain kali aku akan berusaha jadi gadis dewasa :D