Sedih melepasmu pagi ini ..
Memandangi mobil merah yang kian menghilang di tikungan
kompleks rumah mu. Ah ya, andai saja aku punya waktu luang untuk mengantarmu ke
bandara seperti waktu-waktu lalu. Melihat burung besi yang membawamu ke ibu
kota, dan melambai jauh ke atas walau kau tak dapat melihatku. Andai.
sudah lama semenjak kita tinggal satu atap dalam sebuah
rumah kos yang sederhana. 6 bulan yang singkat. Namun juga 6 bulan yang dalam.
6 bulan yang membuat kita merajut persaudaraan ini erat dan lebih erat untuk
waktu-waktu setelahnya. Walau kita tidak lagi satu atap, namun kita satu ikat.
Dimana ada kamu, pasti ada aku. Dimana ada aku, pasti ada kamu. Kita sering
bertengkar, kita sering berbeda pendapat. Tapi entahlah, kita tidak pernah tahan
bertengkar untuk waktu yang lama.
Kita pernah bersama, menjadi pemimpi-pemimpi kecil di sebuah
sekolah di sudut kota jogja. Kamu dengan mimpimu ke jerman, dan aku ke jepang.
Masih ingatkah kamu, kita pernah berjanji, tidak lama lagi kita akan berkeliling
eropa dengan kereta. Juga mengunjungi Tokyo Tower di negri sakura sana. Akhir
tahun SMA menjadi waktu yang sibuk untuk mewujudkan mimpi kita. Dua kali aku
gagal dalam test beasiswa ku. Tapi lihatlah, bahkan demi mewujudkannya kamu
rela menunggu satu tahun untuk mengambil test mu, tiga atau empat kali aku
lupa. Dan inilah, kamu mewujudkannya saat ini juga.
Besok malam (ketika tulisan ini dibuat), pukul 00.10 kamu
akan terbang ke eropa membawa semua mimpimu, menjemput cita yang sudah di depan
mata. Aku? Entahlah, aku masih di sini untuk saat ini. aku tak berani mengambil
resiko. Aku harus menjalani hari-hari ini, kuliah di tempat ini. agar segera
aku membuat orang tuaku terlepas dari beban menyekolahkanku. Aku tak bisa
bersikeras dengan mimpiku yang kian menjadi kosong karna aku tak bisa
bermain-main sekarang. Aku pun tidak mempunyai plan B untuk itu. Aku masih
berharap semoga pendampingku kelak bisa membawaku kesana. Karna satu-satunya
yang membuat orang tua ku tidak ridho adalah karena aku perempuan, dan tidak
ada muhrim di negri itu.
Anyway, selamat jalan ichuug, salam manis dari upill manis
untuk ichug manis :-)
|
Ini boneka dari memen, katanya ini miniatur aku, memen, dan
rully. Kamu bawa ke sana kan? Jaga baik2 yaa
|