bulan-bulan terakhir kebersamaanku dengan sahabatku Icha. Di selembar kertas yang tak lagi berfungsi semestinya ...
Filda : ''Dulu aku sering bertanya 'Tuhan, akankah Engkau pertemukan aku dan dia di masa depan nanti?'. Namun pertanyaan itu akhirnya terhapus. Dalam fikiranku saat ini 'Tuhan, jangan Engkau pertemukan aku dan dia di masa depan nanti, aku terlalu lelah dengan semua tingkahlakunya."
#teruntuk seseorang yang aku cintai tiga tahun terakhir
Icha : "aasek sroook . Cinta tak harus memiliki . :)"
'Cinta tak harus memiliki. mungkin memang benar. masalalu kita yang dulu itu adalah obsesi yang berlebih. khayalan tingkat tinggi. layaknya jerapah yang memiliki leher pendek, tak dapat menggapai pohon yang tinggi dan suatu saat akan punah (Lamarck). Tetapi tidak semua pohon itu tinggi. Allah punya rencana yang indah :)'
Filda : "hahhaha, analogi"
:D Kamu benar, cinta ku bagai bibit yang mulai tumbuh, tak sengaja seseorang menumpahkan HCl di atasnya, terserap oleh akar hingga merasuk dalam setiap sel. Membunuhnya perlahan. Sudahlah mungkin belum saatnya aku membiarkan benih itu tumbuh. Tapi, mimpi kita bertemu di luar wilayah negara ini tidak berlebihan kan ? Aku takut, semoga saja bukan hanya omong kosong remaja labil seperti kita saat ini :D'
Icha : "Remaja juga manusia. Apa sih yang tidak mungkin di dunia ini ? Kunfayakun! Jadilah, tak ada yang mustahil buat Allah. Butuh berapa malaikatkah untuk mengamini mimpi kita ? haha. Pasti terwujud! optimis. Yang berlebihan itu terkadang dibutuhkan."
Surat ini berakhir seiring berakhirnya pelajaran matematika. Love you math teacher .. Maaf menyalah gunakan sedikit waktu di pelajaran bapak ^.^
Rabu, 30 Januari 2013
Jumat, 25 Januari 2013
Merangkak, Berjalan atau Berlari
Lama jemari ku tak menari-nari di atas keyboard. aku sibuk akan sesuatu. entah apa itu. namun aku selalu sibuk. serasa beribu-ribu detik telah berlalu. namun tak ada satu pun -yang aku rasa- bertambah. Terkadang aku biarkan watu terus saja berjalan tanpa meninggalkan makna. Begitu sia-sia.Bila detik ini juga Tuhan mengambil nyawaku, apa yang bisa aku lakukan? Mungkin hanya menangis, meraung, penuh penyesalan.
Tuhan, ampuni diri ini.Begitu mudah tersesatkan oleh cinta semu. Kepergiannya menyisakan kepedihan yang amat sangat. Aku melupakanMu. Aku tlah lama menjauh dari Mu. Sudikah Engkau menerimaku kembali. Namun sulit menyelusuri jalan lalu. Mungkin aku harus membuka dari awal, memulai semuanya dari nol. Semoga saja.
Ujian Nasional akan segera tiba. Hanya tinggal menunggu hitungan hari. Aku masih stagnan, berjalan di tempat. Namun waktu tak pernah menunggu. Ia terus berjalan, berlalu tanpa mau menunggu ku yang sedang tertatih.
Aku tak boleh seperti ini. Aku harus BANGKIT. Aku harus kembali "hidup". Kembali menyusun kehidupan. Kembali menyongsong hari dengan senyuman. Tidak. Aku tidak akan menyusun hidupku dengan puing-puing yang tersisa. Seperti hubunganku dengan Tuhanku. Aku harus memulai semuanya dari nol.
Memulai hidup baru, menghadirkan semangat baru, menyalakan asa yang mulai meredup, membuang semua yang tidak perlu disandang. Karna hidup adalah pilihan. Tuhan memberikan kita berbagai pilihan. Jalan taqwa atau jalan fasik. Dan aku telah memilih. Aku tak akan lagi tertatih. Aku akan BERLARI mengejar mimpi2ku.
-Abadika, 26 Januari 2013-
Tuhan, ampuni diri ini.Begitu mudah tersesatkan oleh cinta semu. Kepergiannya menyisakan kepedihan yang amat sangat. Aku melupakanMu. Aku tlah lama menjauh dari Mu. Sudikah Engkau menerimaku kembali. Namun sulit menyelusuri jalan lalu. Mungkin aku harus membuka dari awal, memulai semuanya dari nol. Semoga saja.
Ujian Nasional akan segera tiba. Hanya tinggal menunggu hitungan hari. Aku masih stagnan, berjalan di tempat. Namun waktu tak pernah menunggu. Ia terus berjalan, berlalu tanpa mau menunggu ku yang sedang tertatih.
Aku tak boleh seperti ini. Aku harus BANGKIT. Aku harus kembali "hidup". Kembali menyusun kehidupan. Kembali menyongsong hari dengan senyuman. Tidak. Aku tidak akan menyusun hidupku dengan puing-puing yang tersisa. Seperti hubunganku dengan Tuhanku. Aku harus memulai semuanya dari nol.
Memulai hidup baru, menghadirkan semangat baru, menyalakan asa yang mulai meredup, membuang semua yang tidak perlu disandang. Karna hidup adalah pilihan. Tuhan memberikan kita berbagai pilihan. Jalan taqwa atau jalan fasik. Dan aku telah memilih. Aku tak akan lagi tertatih. Aku akan BERLARI mengejar mimpi2ku.
-Abadika, 26 Januari 2013-
Langganan:
Komentar (Atom)