Camp 4 (Kahyangan Estate,
Perkebunan Kelapa Sawit, Riau)
Satu bulan berlalu semenjak camp 3. Camp 4 ini akan
berlangsung di tangah beberapa Universitas melakukan UTS. Tidak terkecuali UGM.
Icha, yang sulit sekali mendapatkan izin dari jurusannya, juga Monic yang
terlambat mengisi surat kesediaan. Akhirnya, aku harus berangkat seorang diri
ke Riau. Membelah lautan luas menggunakan transportasi udara. Aku belum pernah
naik pesawat sendirian sebelumnya. Dari Camp 4 inilah aku merasakan sisi lain
Indonesia. Sesuatu yang membuat Indonesia Bhineka Tunggal Ika. Aku suka sekali
menyelami kebudayaan lain. Dari KKN di suku Batak, hingga di Camp 4 ini aku
berkesempatan menengok daerah lain Indonesia. Riau dan Sumatera Barat.
Perjalanan udara 2 jam, ditambah perjalanan darat 6
jam menuju lokasi sungguh melelahkan. Tp beruntungnya kami tidak nonstop. Kami singgah
di sekre Universitas Riau semalam. Sepanjang perjalanan, yang kami temui adalah
kebun-kebun kelapa sawit milik warga dan rumah2 unik yang lebih tinggi 50cm
dari tanah, beberapa kami temui pasar-pasar. Memasuki kawasan perkebunan,
sepanjang mata memandang adalah pohon sawit sawit dan sawit. Pepohonan yang
simetris lima mata angin.
Hari-hari kami di perkebunan dipenuhi dengan materi
dan praktik mengenai budaya perkebunan. Dimulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan,
panen, transportasi hingga pengolahan di pabrik dan revitalisasi tanaman. Baru
kali ini kami merasakan hidup di perkebunan. Sekali turun dari bis, kami tidak
akan menemukan jalan pulang. Karna berhektar-hektar tanah hanya kelapa sawit. Perjalanan
dari satu tempat materi ke tempat yang lain membutuhkan waktu 10-15 menit
ditempuh dengan bis. Bisa dibayangkan betapa jauhnya jika kami berjalan kaki.
Cuaca panas, sulit air, jauh dari pusat kota maupun
tempat belanja, jauh dari tempat hiburan. Entah bagaimana pekerja dan staff
kuat bertahan di tempat ini. Tapi tak lama pernyataan itu terjawab sudah. Di tengah
kebun yang luas, terdapat blok-blok pemukiman pekerja. Bahkan bisa dibilang
pemukiman mereka lebih maju dari pemukiman biasa, karena mereka dikelola oleh
perusahaan. Terdapat fasilitas kesehatan, posyandu, penitipan anak, fasilitas
pendidikan dari mulai TK-SD-SMP-SMA, konsep kampung iklim. Rumah-rumah di
pemukiman tersebut telah dilengkapi sedemikian rupa oleh pemiliknya
masing-masing untuk menyongsong kampong iklim. Mulai dari penanaman sayuran di
depan rumah, kolam ikan, juga pemilahan sampah.
Luar biasa pula, kami diberikan kesempatan untuk
melakukan pengabdian masyarakat di tempat tersebut. Kami terbagi dalam beberapa
divisi diantaranya kesehatan, teknologi, pendidikan, dan entrepreneur. Divisi
kesehatan melakukan penyuluhan sarapan sehat dan sanitasi di SD, penyuluhan
1000 hari pertama kehidupan dan penyakit infeksi di posyandu, dan juga
pembuatan pojok TOGA di posyandu. Divisi teknologi membuat briket dari sisa
tanaman sawit dan alat penyulingan air. Alat penyuling air sangat diapresiasi
oleh pihak perkebunan. Divisi pendidikan terbagi dalam pelatihan di SD dan juga
motivasi kuliah di SMA. Siswa siswi sangat terkesan dengan aksi teman2 BISMA di
divisi pendidikan, bahkan banyak yang menangis ketika peserta BISMA pamit
pulang. Sedangkan Divisi entrepreneur mencetuskan kemasan teh daun kelor dan
juga memilih duta pariwisata kahyangan estate. Pengemasan teh daun kelor
mendapat apresiasi bukan hanya dari pihak perkebunan, namun juga pihak Indofood
dan KSE.
Usai Camp 4, ada hal menarik di cerita extend kami ke Padang.
Baca selengkapnya di tulisan “SHARING dengan KSE UNAND”
Bukan BISMA namanya jika tidak bisa melakukan hal luar
biasa. Jauh-jauh kami dikumpulkan dari seantero Nusantara, mahal-mahal kami
dibelikan tiket dan difasilitasi berbagai macam pelatihan. Kini, langkah terakhir kami: SEMINAR NASIONAL
KELAUTAN di Bali 10 November ini. Hopefully, kami dapat memberikan yang terbaik
yang kami miliki.
Apa kabaaarr BISMA ??
LUAR BIASA, BISMA!
| Divisi Kesehatan Menyiapkan Penanaman TOGA |
| Alat Penyuling Air Divisi Teknologi |
![]() |
| Kunjungan Industri Pengolahan Kelapa Sawit |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar