Rabu, 02 November 2016

Luar Biasa, BISMA! (4)



Camp 4 (Kahyangan Estate, Perkebunan Kelapa Sawit, Riau)

Satu bulan berlalu semenjak camp 3. Camp 4 ini akan berlangsung di tangah beberapa Universitas melakukan UTS. Tidak terkecuali UGM. Icha, yang sulit sekali mendapatkan izin dari jurusannya, juga Monic yang terlambat mengisi surat kesediaan. Akhirnya, aku harus berangkat seorang diri ke Riau. Membelah lautan luas menggunakan transportasi udara. Aku belum pernah naik pesawat sendirian sebelumnya. Dari Camp 4 inilah aku merasakan sisi lain Indonesia. Sesuatu yang membuat Indonesia Bhineka Tunggal Ika. Aku suka sekali menyelami kebudayaan lain. Dari KKN di suku Batak, hingga di Camp 4 ini aku berkesempatan menengok daerah lain Indonesia. Riau dan Sumatera Barat.

Perjalanan udara 2 jam, ditambah perjalanan darat 6 jam menuju lokasi sungguh melelahkan. Tp beruntungnya kami tidak nonstop. Kami singgah di sekre Universitas Riau semalam. Sepanjang perjalanan, yang kami temui adalah kebun-kebun kelapa sawit milik warga dan rumah2 unik yang lebih tinggi 50cm dari tanah, beberapa kami temui pasar-pasar. Memasuki kawasan perkebunan, sepanjang mata memandang adalah pohon sawit sawit dan sawit. Pepohonan yang simetris lima mata angin.

Hari-hari kami di perkebunan dipenuhi dengan materi dan praktik mengenai budaya perkebunan. Dimulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, panen, transportasi hingga pengolahan di pabrik dan revitalisasi tanaman. Baru kali ini kami merasakan hidup di perkebunan. Sekali turun dari bis, kami tidak akan menemukan jalan pulang. Karna berhektar-hektar tanah hanya kelapa sawit. Perjalanan dari satu tempat materi ke tempat yang lain membutuhkan waktu 10-15 menit ditempuh dengan bis. Bisa dibayangkan betapa jauhnya jika kami berjalan kaki.

Cuaca panas, sulit air, jauh dari pusat kota maupun tempat belanja, jauh dari tempat hiburan. Entah bagaimana pekerja dan staff kuat bertahan di tempat ini. Tapi tak lama pernyataan itu terjawab sudah. Di tengah kebun yang luas, terdapat blok-blok pemukiman pekerja. Bahkan bisa dibilang pemukiman mereka lebih maju dari pemukiman biasa, karena mereka dikelola oleh perusahaan. Terdapat fasilitas kesehatan, posyandu, penitipan anak, fasilitas pendidikan dari mulai TK-SD-SMP-SMA, konsep kampung iklim. Rumah-rumah di pemukiman tersebut telah dilengkapi sedemikian rupa oleh pemiliknya masing-masing untuk menyongsong kampong iklim. Mulai dari penanaman sayuran di depan rumah, kolam ikan, juga pemilahan sampah.

Luar biasa pula, kami diberikan kesempatan untuk melakukan pengabdian masyarakat di tempat tersebut. Kami terbagi dalam beberapa divisi diantaranya kesehatan, teknologi, pendidikan, dan entrepreneur. Divisi kesehatan melakukan penyuluhan sarapan sehat dan sanitasi di SD, penyuluhan 1000 hari pertama kehidupan dan penyakit infeksi di posyandu, dan juga pembuatan pojok TOGA di posyandu. Divisi teknologi membuat briket dari sisa tanaman sawit dan alat penyulingan air. Alat penyuling air sangat diapresiasi oleh pihak perkebunan. Divisi pendidikan terbagi dalam pelatihan di SD dan juga motivasi kuliah di SMA. Siswa siswi sangat terkesan dengan aksi teman2 BISMA di divisi pendidikan, bahkan banyak yang menangis ketika peserta BISMA pamit pulang. Sedangkan Divisi entrepreneur mencetuskan kemasan teh daun kelor dan juga memilih duta pariwisata kahyangan estate. Pengemasan teh daun kelor mendapat apresiasi bukan hanya dari pihak perkebunan, namun juga pihak Indofood dan KSE.

Usai Camp 4, ada hal menarik di cerita extend kami ke Padang. Baca selengkapnya di tulisan “SHARING dengan KSE UNAND”

Bukan BISMA namanya jika tidak bisa melakukan hal luar biasa. Jauh-jauh kami dikumpulkan dari seantero Nusantara, mahal-mahal kami dibelikan tiket dan difasilitasi berbagai macam pelatihan.  Kini, langkah terakhir kami: SEMINAR NASIONAL KELAUTAN di Bali 10 November ini. Hopefully, kami dapat memberikan yang terbaik yang kami miliki.

Apa kabaaarr BISMA ??
LUAR BIASA, BISMA!
Divisi Kesehatan Menyiapkan Penanaman TOGA

Alat Penyuling Air Divisi Teknologi

Kunjungan Industri Pengolahan Kelapa Sawit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar