Friends, I want to tell something. About what was happened yesterday. About the feelings I felt yesterday. I'm so sorry, its all my fault
Subhanallah, Alhamdulillah. Panik yang kian
menyergap berangsur mereda. Check in di
bandara Internasional Minangkabau bermasalah, dialihkan pada costumer service. Ternyata jadwal
keberangkatanku bukan hari ini, melainkan kemarin. Pikiranku gelap, tiket
pesawat Padang-Jogja yang mahal, dari mana aku bisa mendapatkan dana pulang.
Untuk benar-benar pulang. Aku berada beribu-ribu kilometre dari Jogjakarta, di
pulau jauh. Bagaimana aku pulang. Bagaimana kepanikan orang tua ku mendengar
harga tiket yang sedemikian mahal. Apa yang akan dijual untuk menutupi tiket
kepulanganku. Kalut sudah fikiranku.
Bersyukur masih ada Dessy, Aisha, bang Andi,
Icad, Ook di suatu tempat di bandara ini. Aku mencoba menghubungi mereka, satu
per satu. Tak ada jaringan. Semakin panik. Icad menghubungi ku kembali. Ku
temui posisi mereka. Mataku menagkap sosok dessy. Tangisku pecah, berhambur di
pundaknya. Kosong pikiranku. Mereka semua menenagkanku. Memintaku berfikir
jernih menyelesaikan masalah ini.
Beruntung aku memiliki mereka, beruntung aku
memiliki keluarga Bisma. Bisma batch 8. Mereka, kita, kami, terlatih memecahkan
masalah seperti ini. Dengan kebesaran hati teman2 di bandara, mereka mencarikan
tiket termurah untuk kepulanganku. Dana? Inisiatif mereka untuk menggunakan
dana sisa Positive Fighter.
Bisma, I love you guys
Tidak ada komentar:
Posting Komentar