Camp 3 (Pusat Pendidikan
dan Latihan Indofood, Bogor)
Setelah dua Camp sebelumnya kami menjadi tuan rumah,
inilah saatnya kami travelling ke kota lain. Kami menamai utusan BISMA UGM
sebagai 3 srikandi. Menempuh perjalanan hampir 10 jam dengan kereta. Tuuut
tuuut.. pertama kalinya naik kereta bisnis, hehe. Maklum anak kampoang.
Di Camp 3, semua terasa berbeda. Kali ini, officer hanya
berperan sebagai fasilitator. Tidak banyak interupsi dari para officer untuk
kami. Kami harus menata segalanya, tim senator (juga peserta) menjadi masinis
dalam camp kami. Kami menjadi panitia memastikan berjalannya acara namun juga
menjadi peserta.
Dengan konsep ini, jujur, kami lebih santai dan
kedisiplinan kami menurun. Namun di sisi lain, konsep ini menjadi pematangan
kedewasaan bagi kami. Seiring berjalannya waktu di camp, kedisiplinan mulai
kami dapatkan kembali, walau masih belum sempurna. Hari demi hari, kami mulai
sadar mengapa kami harus bergegas, mengapa kami harus makan dalam waktu
singkat. Bahkan suatu ketika kami harus ekstra press waktu makan kami hanya
karena kami lambat atau materi sebelumnya terlalu molor.
Overall, camp ini adalah camp paling menyenangkan dari
camp-camp sebemunya. Camp paling indah tanpa tekanan traumatis. Namun
penumbuhan kedewasaan terasa sekali. Dari segi fasilitas, kami seperti di hotel
bintang sekian, sekamar 2 orang dengan bed masing-masing, Tv LED, kamar mandi dengan
kontrol air panas/dingin, tempat yang sejuk dengan rumput hijau di setiap tanah
terbuka, juga makanan yang lezat (yg konon seharga 50rb setiap kali makan,
padahal di kos uang segitu bisa untuk makan 3 hari).
Materi yang disampaikan juga sangat mengena. Sesaat
sebelum menginjakkan kaki di Pusdiklat ini aku bertekad untuk menyerap semua
ilmu di camp dan berkembang. Benar saja, ilmu-ilmunya sungguh luar biasa.
Awalnya, kami dipaparkan mengenai Indofood Group beserta divisi-divisinya.
Berbeda dengan camp 1, pada sesi materi kali ini kami dipaparkan lebih
mendetail. Bahkan 1 pembicara untuk setiap sesi divisi.
Selain itu kami juga mendapat materi bagaimana sebuah
Indofood sebagai sebuah perusahaan besar memiliki tanggungjawab kepada
masyarakat melalui program CSR-nya. Yang salah satunya tengah kami rasakan
yaitu Beasiswa Indofood Sukses Makmur (BISMA). Juga bagaimana tanggung jawab
Indofood terhadap lingkungan dari limbah yang dihasilkan. Yang paling
mengensankan adalah tentang bagaimana Indofood melatih petani-petani di suatu
daerah mengenai komoditas pertanian, diberikan akses ke bibit unggul, dan nanti
hasilnya akan dibelu oleh perusahaan sebagai bahan baku. Semua divisi Indofood
telah bersertifikasi ISO, HACCP dan bebeapa sertifikasi lain mengenai makanan.
Luar biasa sekali, perusahaan ini melakukan pengelolaan luarbiasa ibarat dari
ujung daun hingga ke akar. Tidak hanya
sukses menjulang tinggi dengan produk-produknya, namun juga
memberikebermanfaatan bagi masyarakat dan bertanggungjawab pada lingkungan
(memang belum seluruhnya, namun tetap keren).
Bukan hanya itu, di pelatihan tersebut kami
dipersiapkan untuk berkarir. Memiliki jenjang karir yang bagus. Baik itu
sebagai pengusaha mandiri maupun berkarir di perusahaan. Kami berlatih
bagaimana menjadi seorang professional. Mulai dari penampilan, cara
berkomunikasi efektif dan mempengaruhi, hingga cara memulai karir. Bahkan ada
suatu sesi pemateri yang benar-benar dipersiapkan dengan baik oleh tim senator.
Karena dengar-dengar untuk mengundang pemateri ini pihak CSR Indofoor
mengeluarkan dana hingga ratusan juta. Tapi, sebanding dengan apa yang kami
dapatkan, memang luar biasa sekali materi dari Bang Rani. Komunikasi.
Di camp ini, aku lebih banyak mengenal teman-teman
camp. Karena kami memiliki lebih banyak waktu untuk saling bertukar sapa,
meskipun jatuhnya jadi lebih ribut, dan berkali-kali tim senat mengingatkan
kami. Bisa dipastikan hampir 100% dari peserta camp ini aku mengenalnya. Rasa
kebhineka-an lebih terasa di sini.
Kami semakin rekat dengan agenda outbound. Ada angel
^-^ (Pak Mirza) yang usil mengganggu sesi-sesi permainan kami. Jadi, beliau
lebih seperti devil sebenarnya, haha. Bukan seperti outbound biasa, karena kami
harus menggunakan ilmu-ilmu kami selama materi dalam kelas untuk memecahkannya.
Paling suka, ketika kami, 60 orang harus menceburkan diri ke kolam renang.
Awalnya hanya satu dua, namun mereka menarik yang lain hingga semua sempurna
masuk dalam kolam. Semua diabadikan dalam kamera pelatih. Keceriaan yang luar
biasa menyenangkan.
Camp ditutup dengan penampilan dari sebagian peserta
yang dikonsep apik oleh Ocel. Dengan persiapan serba limit, mereka dapat
mengeluarkan seluruh kemampuannya. Membuat perut ini lelah untuk tertawa,
bahkan kursi pun sampai kemana2 karena tawa kami tak beraturan. Para pemain
memperagakan pelatih dan peserta selama camp. Unik, ternyata mereka mampu
memperagakan keunikan-keunikan dari beberapa individu, mengemasnya dengan baik,
dan membuat kami terpingkal-pingkal karena penampilan mereka. Pelatih? Mereka juga
ikut menyaksikan penampilan kami, namun masih stay cool. Sebelum pukul tengah
malam, para pelatih telah meninggalkan kursinya. Tersisa kami yang masih
enerjik bernyanyi dan menari di ruangan. Rasanya seperti, jangan, jangan berakhir dulu, kami masih ingin menikmatinya.
Camp 3.. Seperti puncak, namun bukan puncak. Karena masih ada
Camp 4 yang sudah kami persiapkan semenjak di Camp ini dan juga Seminar
Nasional yang akan diadakan November nanti .
![]() |
| Team 1 foto di depan air mancur Indofood |
![]() |
| Cowok di kiri, Ocel, konseptor malam puncak, tapi dia cewek sebenarnya |
![]() |
| Kolam tempat kami 60 orang nyebur |
![]() |
| me & diana temen kamarr |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar