Rabu, 23 November 2016

Tak Mengenal Kata “Seandainya”

Kalo masa depan boleh dipilih dan punya kebebasan memilih. Aku ingin jadi ibu penuh waktu. Mendidik anak di rumah, taat pada suami, mengisi waktu kosong dengan menulis, berselancar di dunia maya dengan akses internet cepat di rumah, mendapatkan royalti dari hal-hal yang aku suka. Tapi itu adalah bayangan paling ideal di benakku. Dalam kenyataannya, tidak munafik, ada suatu cover besar yang melingkupi semuanya, walaupun itu bukan segala-galanya. Yaitu keadaan ekonomi.

Bisa dibilang, aku bosan dengan keadaan ekonomi yang seperti ini semenjak aku lahir. Meski Alhamdulillah, aku bersyukur atas segala fasilitas dari Allah yang dipinjamkan padaku detik ini. Tapi hidup dengan segala keterbatasan sungguh menyakitkan. Bukankah sahabat-sahabat Rasulullah dahulu juga sukses dan kaya? Dengan kekayaan mereka bisa mendanai berkembangnya agama ini di masa itu?

Keadaan ekonomi, entah seperti apa keadaan ekonomi keluarga kecilku nanti. Maka dari itu, aku tidak ingin menjalin hubungan khusus dengan siapapun. Aku berkembang, mengeksplore semaksimal mungkin kompetensi, belajar dari banyak hal, dan berkarir. Allah pernah berjanji dalam salah satu ayat di Al Qur’an (lupa surat apa) yang intinya laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, dan sebaliknya. Ada yang mengartikan bahwa jodoh kita sesuai dengan kondisi kita saat itu. Memantaskan diri dari segi ilmu dan karir. Hmm.. tapi lebih jauh dari itu adalah memantaskan diri dari segi agama (xixi).

Maka dari itu, sering harus menutup mata ketika melihat balita-balita menggemaskan. Sering merasa baper dan ingin segera menikah. Jujur, ingin sekali. Huft, tidak ada hal yang lebih hebat selain “bersabar”. Bersabar dengan keadaan ini, menenangkan diri dengan memperkaya ilmu, dan, tidak putus berdoa pada Allah agar didatangkan seorang pangeran berkuda yang memenuhi kriteria. Haha, engga ah, berharap boleh, tapi jangan terlalu tinggi. Yang bisa dilakukan sekarang hanya memantaskan diri #ayopantaskandiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar