Senin, 05 Desember 2016

Semester 7, Pendewasaan, dan BISMA



Semester 7, sebuah semester yang luarbiasa. Semester yang mendewasakan baik secara emosional maupun keilmuan. BISMA, di sana semuanya bermula. Pasca Camp bulan Mei, aku mulai jelas dengan sesuatu bernama tujuan, rencana, dan jembatan menggapainya melalui langkah demi langkah kecil.

Di semester ini, aku berproses. Menjadi seseorang yang benar-benar seseorang. Camp awal Mei, PKL bulan Mei, KKN Juni hingga Agustus di tanah Samosir, Camp di Bogor bulan September, Camp di Riau bulan Oktober sekaligus menginjakkan kaki di Kota Padang, Semnas BISMA di Bali bulan November, juga PKL di rumah sakit dan di desa. Pengalaman yang luar biasa. Sampai kamar kosku tidak asing dengan sarang laba-laba. xixi

Lelah memang kesana kemari. Namun, kepuasan batin yang didapatkan, tak bisa ku gambarkan dengan kata-kata. Aku menikmati semuanya, menjalani dengan ikhlas, serta berkontribusi sepenuh hati. Dan tanpa sadar, banyak pendewasaan diri dan kompetensi yang dimilikii.

Berawal dari sesuatu yang sangat dekat dengan diri ini, keilmuan Gizi. Sebuah ilmu yang ku geluti 4 tahun terakhir. Awalnya, sangat sulit menterjemahkan segala sesuatu yang berbau ilmiah ke dalam persepsi dan pengetahuan masyarakat. Pertama kali, belajar dari situasi dan masyarakat. Mengenal masyarakat Samosir dengan segala karakteristik mereka. Menjadi pembicara di acara PKK kecamatan, dimana ibu2 kepala desa hadir untuk mendengarkan apa yang ku sampaikan. Berlanjut dengan penyampaian-penyampaian lain di masyarakat, juga konsultasi pada pelayanan kesehatan gratis di desa serta memberi konsultasi di Rumah Sakit. Sedikit banyak, kepercayaan diri telah ku dapatkan. Mampu membuat masyarakat lebih paham. Puas sekali dengan pencapaian ini. Namun tidak sampai di sini, PR selanjutnya adalah memperkaya diri dengan ilmu dari jurnal dan text book untuk membuat masyarakat lebih teredukasi.

Aku ingin, menjadi seorang Ahli Gizi yang benar-benar bermanfaat untuk orang banyak. Sebagaimana peran gizi dalam upaya preventif, terutama dalam pencegahan penyakit degeneratif dan keganasan di masyarakat ^^

Keilmuan. Bukan hanya ilmu yang sudah aku geluti dalam 4 tahun terakhir. Namun juga mengenai leadership dan gambaran mengenai masa depan. Berjuta ilmu ini ku dapatkan kala duduk sebagai peserta Camp dari tahap demi tahap BISMA. Dengan pemateri2 yang luar biasa. Kata sahabat Ali ra. ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Beberapa materi dapat ku genggam dengan catatan demi catatan. Namun, peran teman2 dalam mengumpulkannya sangat membantu dalam merefresh semua ilmu tsb. Terimakasih BISMA , aku sayang kaliaan :"

Terakhir, kematangan emosi. banyak tantangan demi tantangan yang diberikan dalam Camp BISMA. Baik itu secara sengaja diciptakan maupun keadaan yang memunculkan. Satu bulan terakhir, dihadapkan tantangan dengan intensitas yang sama, namun tanpa teman-teman BISMA. Lelah, sempat menangis dengan di samarkan oleh derasnya kran air. Namun, sembunyikan. Stay professional dimanapun dan kapanpun berada :)

Pesanku, halo dik. Kamu yang berada pada semester sangat sibuk detik ini. Jangan kalah oleh lelah, juga jangan menyerah. Semalam, pihak KSE memberitahukan kelolosanmu dalam BISMA Batch 9 bukan? Selamat ya. Kakak tahu ini pilihan yang sangat berat antara kuliah dan mendapatkan Camp ini. Namun percayalah, Camp adalah anugrah yang luar biasa. Tetaplah berjalan dan berjuang dalam kuliahmu, dengan dihiasi pengalaman Camp ini. Kamu pasti bisa. Uraikan benang kusut satu per satu. Berjalanlah selangkah demi selangkah. Jangan terlalu mengkhawatirkan yang jauh di sana, hadapi sesuatu di depanmu dengan sepenuh hati. Maka satu per satu semuanya akan teratasi.

Masih ingat firman Tuhan kita? Dia tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan kita. Jadi ketika Tuhan memberi cobaan itu, Dia tahu, bahwa kamu mampu mengatasinya. Percayalah ;)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar