Oya, rada iri kan laki-laki dapet
banyak bidadari? Terus kita gimana? Wahai saudariku, muslimah, ketahuilah bahwa
BIDADARI ITU KAMU <3 <3 , bahkan wanita dunia lebih mulia dari bidadari
surga karena amalannya selama di dunia. Kata pak juned (ustad) wanita dunia itu
nanti jadi ratunya bidadari, hihi tp aku belum nemu hadis nya kalo itu. Ini aku
kutip dari salah satu bab di buku Arasy Cinta, percakapan antara Rasulullah
dengan Ummu Salamah (karena susah meringkasnya, aku re-write aja ya) :
“Ya Rasul, mana yang lebih utama,
wanita dunia atau bidadari bermata jeli?” Ummu Salamah belum berhenti bertanya.
Beliau menjawab, “wanita-wanita dunia lebih utama dari pada
bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang tampak dari apa yang tak terlihat”.
“Mengapa wanita-wanita dunia
lebih utama daripada bidadari?”
“Karena shalat mereka, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah
meletakkan cahaya di wajah mereka. Tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya
putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya
mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan
tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu
mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut
sama sekali. Berbahgialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya …” jawab
Nabi mengakhiri (HR. Ath Thabrani).
WARNING!!
Kenapa aku nulis ini? Alasan
utamanya adalah buat memotivasi
diriku sendiri dan mungkin jika ada pembaca blog ku yg muslimah. Untuk apa? Untuk terus meningkatkan kualitas ibadah
kita. Aku sadar, ibadahku masih belum apa-apa dibanding muslimah-muslimah
lain, tp setidaknya selagi Allah masih memberi kesempatan untuk menghirup udara
hari ini, berarti masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri.
Terus meng-upgrade diri dengan ilmu. Muslimah,
ketika kamu belajar, apa yang kamu pelajari bukan hanya untuk generasimu, tapi
untuk dua generasi. Suatu saat, kamu akan menjadi madrasah dan pendidik pertama
generasi selanjutnya, anak-anakmu. :)
~ Karna Engkau Begitu
Berharga ~
Sumber:
Lubis, Arif Rahman. 2015. Arasy Cinta. Jakarta: Qultummedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar