Iseng pengen re-memorize
ceramahya ust felix barusan di laptop. Jadi ceritanya, Islam bukan hanya
sekedar agama, tp ia adalah the way of
life. Islam mengatur segalanya dengan sempurna. Dari mulai kita bangun di
pagi hari, sampai kita tidur menutup hari, Islam sudah mengatur segalanya.
Tapi, pernah ngga, kita sebagai
perempuan merasa tidak adil. Kenapa laki-laki tidak usah berhijab? Kenapa
laki-laki mendapat pahala yang besar ketika shalat di masjid, berjihad, dan
lain sebagainya sedangkan kita perempuan diperintahkan untuk beribadah di
tempat yang terdalam di rumah kita. Laki-laki bebas mengeksplorasikan ini itu.
Laki-laki pun akan mendapat bidadari-bidadari surga dengan amalan-amalan
tertentu. Sedangkan kita? Apa ada bidadara-bidadara (bidadari cowok) untuk
kita?
Tenang sob, Allah sudah
mengaturnya dengan sempurna. Kaum feminis, juga kaum barat lantang menyerukan
persamaan gender. Bahkan salah satu
point MDG’s yg ketujuh kalo ga salah, terdapat persamaan gender. Kalau
laki-laki dan perempuan setara, ibaratnya laki-laki dan perempuan akan
sama-sama bersaing dalam satu jalur. Tapi tidak dalam Islam. Laki-laki dan
perempuan memiliki jalur masing masing menuju suksesnya (surga).
Sekarang begini, laki-laki diperintahkan berjihad dan mencari
nafkah sedangkan wanita diperintahkan di rumah untuk mendidik anak-anaknya
serta mengurus rumah. Asal kamu tahu, laki-laki harus bersusah payah beribadah
la la la untuk mendapat pahala menggapai surga, sedangkan perempuan ni, para
muslimah asalkan dia beribadah taat kepada Allah, menjaga harga dirinya, lalu
suaminya ridho kepadanya, maka dia bisa masuk surga dari pintu manapun.
Subhanallah, kereeeenn yaa. Tapi sayangnya hanya sedikit wanita yang dapat
melakukannya :(.
“Apabila seorang wanita telah mengerjkan sholat lima waktu, berpuasa
pada bulan Ramadhan, senjaga syahawatnya lalu menaati suaminya, maka akan
dikatakan padanya ‘Masuklah dari pintu surga mana saja yang engkau kehendaki’” (HR.
Ahmad dan Ibnu Habban)
Jadi, jelas kan. Laki-laki dan
perempuan memiliki jalannya sendiri-sendiri. Sehingga keduanya bisa saling beriringan dan saling melengkapi :),
bukan bersaing. Laki-laki, lelah berdakwah, berjihad, atau mencari nafkah,
sampai di rumah di sambut sang istri. Udah lelah, sampai di rumah ngelihat
rumah bersih, anak-anak terurus dengan baik serta cerdas-cerdas, dimasakin
makanan yg enak lagi, pasti nyaman dan seneng.
Oya, tentang bidadari surga, baca
di post ku berikutnya yaa ^_^
Sumber:
Ceramah Ust Felix Siauw di Yogyakarta
Ngomong-ngomong tentang rumah tangga, kapan-kapan aku
certain kenapa aku pengen nikah muda. Karena setiap jengkalnya pahala. Nyuciin
baju suami, nyediain makanan buat suami, ngurus anak-anak, de el el banyak
pahalanya lho sob :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar