Senin, 29 Mei 2017

Freeletics Free Athlete (Testimoniku)

“Unleash Your Potential
Satu slogan yang aku suka banget dari komunitas ini. Lampaui batasmu. Jangan mudah nyerah fiill, haha.

Bersyukur banget sebulan lalu kenal sama komunitas ini dari kakak kelas. Udah hampir dua tahun aku vakum ga pernah ikut lagi pencak silat. Imun ku makin ngedrop, gampang banget sakit, padahal biasanya jadi tim kesehatan, haha. Sebelumnya memang udah berusaha buat tetep aerobic walaupun ngga latihan silat, tapi sama aja, lebih sering wacananya.

Sekarang aku gabung sama komunitas Freeletics Yogyakarta. Olahraganya jadi rutin seminggu 3x. Jadwalnya kalo lagi ga puasa :
                Senin     => ROSO (runner) 18.30 start dari Grand Zuri
                Rabu      => Sweat Camp (workout) 18.30 di Rooftop Lippo Plaza
                Sabtu    => Sweat Camo (workout) 06.30 di PKKH UGM

Awalnya, aku cuman iktu runner aja. Karna aku memang sukaa bgt sama lari. Apalagi kalo aku bisa maksain tubuhku dan lari lebih jauh. Badanku setelah itu akan kerasa lebih enteng. Hmm rekor lariku terakhir pas dasar 1 di Merpati Putih, 10K dalam waktu 51 menit. Ahahaha sombong, padahal setelah itu menurun tiap naik tingkatan perguruan. Hehe jadi ceritanya aku cuma pengen running for fun ajaa di Freeletics.

Selanjutnya aku penasaran sama workout nya, waktu itu ada kakak kelas yg live ketika workout di Lippo Plaza. Ketika aku selo, datenglah aku ke Lippo ikut workout. Eh sebelum mulai latihan, aku kenalan sama mba X (lupa namanya, dari atmajaya pokoknya). Ngobrol sekedar basa basi sih, aku tanya “Mba udah lama ikut Freeletics? Kenapa sih mba rutin ikut latihan ini?” Jawaban mbaknya ini yg bikin aku termotivasi ikut workouts selanjutnya. Karnaa setelah rutin latihan ini mbaknya jadi ga gampang sakit (jengjeeeng ini yg selanjutnya jd alasan kuat aku bertahan).

Selepas latihan pertama workout, badanku hancur. Sakit banget buat gerak. Njarem semua kaki, tangan, perut. Aku tanya kakak kelas, kata beliau memang harus dibiasakan. Dan aku disuruh rutin pake aplikasi 7 minutes workout. Bener lho, setelah rutin aplikasi itu, aku ga pernah kram lagi. Ketika workout bareng Freeletics juga aku ngerasa mulai bisa menikmati. Berkeringat keren gituu rasanya, xixi.

Next ceritanya aku iseng ketik  Freeletics di google. Ternyata yang muncul gambar-gambar before after orang-orang yang latihan ini. Keren bangett, body shape nya dari yg tadinya gemuk lemak semua atau yg kuruss banget jadi kereeen, perfect body shape kalo aku bilang.

Oh ya, tentang overtraining dan puasa. Seminggu sebelum puasa kayaknya aku overtraining, kakiku sering banget kesemutan. Terus dapet beberapa saran dari coach Addri, salah satunya jangan terlalu maksain diri dan selalu ikut pendinginan. Oke, akhirnya aku stop dulu pake aplikasinya (romadhon udah mulai juga).

Nah ketika puasa ini, yang payah adalah ketika lari kemarin sore. Secara teori yg ku pelajari, simpanan lemak ku dikit (karna kalo lari nonstop metabolisme energinya anaerob jadi mecah simpanan2 kayak glikogan sama lemak), dan sore gula darahku udah drop banget. Belum pernahnya lari nonstop ketika puasa. Jadilah semua pandanganku hampir gelap (hampir pingsan). Akhirnya ga ku paksa lagi untuk lari.

Sebenernya udah ku paksa untuk ngemil tiap malem selama puasa ini. Biar ada simpanan kalori lah paling engga. Walaupun disimpen jadi lemak setidaknya bisa berguna buat tenaga waktu latihan. Tapi pada dasarnya aku ngga suka ngemil, tetep harus maksain diri.

Terakhir sebelum aku tutup artikel ini. Aku paling terinspirasi sama para wonder women (mbak-mbak) yang udah cukup lama ikut komunitas ini. Pertama, sekilas pandang badannya udah bagus banget. Kedua mereka kuat 5K nonstop tiap running. Awalnya aku sempet denger mereka dari Fakultas Keolahragaan gitu. Eh tapi setelah ngobrol-ngobrol ternyata bukan, ada yg jurusan tari, ada yg jurusan mesin (mbak mbak). “Haha. Bukan, kita kan free athlete” kata mereka. Huaa terispirasi banget. Pengen lah yaaa bisa kayak merekaa <3 <3


Selasa, 23 Mei 2017

Allah, terimakasih :)

https://dustylorraine.files.wordpress.com
Bersama udara dingin yang menyejukkan. Dengan perpaduan langit jingga-biru. Ramai suara supersiswa mempersiapkan makan malamnya. Subhanallah Alhamdulillah .. suasana indah nan menentramkan. Terlepas semua penat yang mengukung diri siang tadi. 

Allah, terimakasih untuk selalu di sini. Terimakasih untuk selalu mengingatkanku. Terimakasih untuk menguatkan pundak ini bersama segala ujian yang mendewasakanku. Terimakasih atas kejutan demi kejutan yang tak jarang membuat bahagiameter ku melambung hingga 100%. Allah, Filda sayang Allah :)

Sesi work out minggu lalu, elbow plank untuk yang ke sekiain kali. Tanpa sadar, mulutku mengucapkan bismillah .. dan seseorang di sebelahku berkata “haha, emang nek moco bismillah bakal luwih kuat?” . Haha aku tau ini bercanda.  But I will say yes for that question.  

Akhir akhir ini rasanya dekaat sekali. Ada sebuah hadis yang intinya jika kita mendekat beberapa langkah, maka Allah akan mendekat kepada kita lebih dekat lagi. Beberapa waktu ini, ketika memutuskan menjalani hari seorang diri, menjomblo lagi, dan minta maaf pada Allah, sering sekali seperti Allah yang mengingatkanku.

Suatu kali aku lelah sekali, sengaja ingin sholat isya di akhir waktu (bersama tahajud niatnya) tapi sepertinya Allah tak ingin aku mengakhirkannya. Di tengah malam aku terbatuk-batuk hingga sadar dari tidur. Dalam hati ah ya, Allah tidak suka aku mengakhirkan sholat.

Suatu ketika, uang beasiswaku benar-benar habis. Orang tua ku di sana belum bisa mengirim uang. Tak bisa berpuasa karna ketika bangun tidur aku minum air putih. Lapaar sekali, beras juga sudah habis. Sudah akhir bulan pula ketika itu. Pagi hingga siang waktu ku habis di laboratorium dengan 2 potong roti seharga 1000 dari warung. Bismillah dengan sisa tenaga, aku berangkat ngajar sore itu. Dan subhanallah, mama Syifa yang biasanya menghidangkan snack saja, kali itu beliau membelikan sate setelah belajar. Belum lagi ternyata hari itu adalah hari gajian. Alhamdulillaah, bahagiameter lansung 100% pulang dari ngajar, haha.

Beberapa hari lalu, aku ingin pacaran lagi, ingin sekali memiliki partner yang tanpa pamrih menemaniku mengerjakan skripsi. Namun Allah punya solusi lain. Allah kirimkan laron (partner ketika jadi officer di bisma) untuk bersama sama saling mem-push masing2 dalam mengerjakan skripsi. Tak perlu ada orang yang senantiasa di sini. Cukup si Laron yang sering mengingatkan dan saling mengingatkan Pekanbaru-Jogja untuk segera mengerjakan skripsi. Hanya saja, ada hati yang benar2 harus dijaga, karna komunikasi ini mungkin akan lebih intens dari sebelumnya. Hahaha aku tahu sih busuk2nya Laron dan riwayat cabangnyaa. Than we will be best partner on friend zone yeah Laron!

Eh ada suara jangkrik di sini, lama tak mendengarnya. Juga dengan menderu nya suara jangkrik, mulai terlantung adzan dari beberapa tempat. Aku sudah dipanggil sama kesayangan. See you next time pembacaa ..

Minggu, 21 Mei 2017

Belajar Ikhlas dari Cangkang Telur

Source: https://cdns.klimg.com
Telur. Aku bukan pencinta telur. Hanya saja, pasti selalu ada telur di dapurku. Alasannya karena, telur adalah makanan paling ekonomis, mudah di simpan, punya kandungan gizi tinggi, dan sumber protein utama ku. Makanan dengan bioavailabilitas protein paling tinggi lebih tepatnya. Terkadang, sambil menunggu masakan matang atau air mendidih, mataku tertuju pada telur. Dan setangkup cangkang mengajarkan makna sebuah keikhlasan padaku.

Belajarlah keikhlasan dari secangkang telur. Ia tau, pada akhirnya ia akan berada pada tempat sampah. Namun karna cangkang paham, sang putih dan kuning memiliki nilai gizi tinggi. Bukan hanya manusia yg ingin mendapatkan manfaatnya, tapi juga bakteri dan mikroorgansme lain. Maka, tubuh cangkang kokoh memeluk putih dan kuning. Membiarkan mikroorganisme menghancurkan tubuh kokohnya. Hingga limit tubuhnya tak mampu lagi melindungi sang putih dan kuning, menjadi rapuh dan mudah hancur.

Belajarlah keikhlasan dari secangkang telur. Ia tau, tubuhnya akan terurai bersama busuknya sisa makanan lain. Namun dengan sepenuh hati, ia menjaga putih dan kuning dalam dekapannya. Menghambat denaturasi protein oleh panas dari lingkungan. Coba perhatikan, telur yang direbus dengan cangkang akan memiliki waktu lebih lama matang daripada telur yang dimasak tanpa cangkang. 

 Belajarlah keikhlasan dari secangkang telur. Tapi ia tetap setia menjalankan tugasnya. Walau ia bukan apa-apa dan bukan siapa siapa. Walau pada akhirnya ia akan dilupakan dan terbuang. Namun ia, menjalankan tugas dari Rabb nya dengan usaha yang sangat istimewa. 

Diantara langit dan bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah apabila manusia berfikir :)

Rabu, 17 Mei 2017

Hai, hari terakhir dua satu

Dua-satu dua-satu dua-satu .. ya Allah, aku sudah tua xixi

Di usia dua satu kemarin, banyak yang sudah terlalui. Tahun lalu aku ulang tahun di tempat PKL di RSUD Purworejo. Inget banget nelpon mas Faiq sambil nangis karena inget bapak :”) . Setelah itu, hari-hari terlalui dengan sangat baik. Alhamdulillah, terimakasih untuk diriku sendiriii, haha. Terutama terimakasih Allah, atas segala nikmat yang tiada habis-habisnya.

Dua-satu, satu tahun yang indah dengan mengenal dunia kerja sebagai ahli gizi di rumah sakit. Terimakasih ibu-ibu ahli gizi, perawat, dan juga dokter yang mau ditanyai ini itu. Terimakasih atas segala ilmunyaaaa @RSUD Purworejo dan @RSUD Wates.

Dua-satu. Mencium harum aroma bagian bumi lain Indonesia. Alhamdulillah, Allah menyampaikan aku mengabdi 50 hari di tanah Batak. Dengan tim KKN SMU-02 yang mantab kece abiss! 30 persons dengan berbeda asal suku, budaya, dan agama menjadi sebuah tim solid di Desa Siboro Sianjur Mula-Mula Kab. Samosir. Terimakasih warga desa Siboro, yang banyak mengajarkan mengenai kesederhanaan, menjaga kelestarian kebudayaan, hingga toleransi besar bagi kami yang berbeda agama dan budaya. Para inang dan amang, adek2 Desa Siboro, semoga ada rezeki untuk menyambangi tanah itu kembali :”)

Dua-satu, teramat indah dengan camp-camp BISMA yang luar biasaa! Alhamdulillah, terimakasih Indofood Sukses Makmur Tbk dan Yayasan Karya Salemba Empat. Transformasi pola pikir dan penanaman kepribadian yang mengagumkan dari setiap tempa-an yang diberikan. Materi-materi yang luarbiasa, juga segala pengalaman yang tak pernah didapatkan di tempat lain. Terimakasih J . Hingga tak pernah terbayangkan sebelumnya bisa menginjakkan kaki di Pekan Baru, Rokan Hilir, Padang, juga Jimbaran Bali. Berkali-kali dibelikan tiket pesawat melalui program BISMA, yang bahkan bapak dan adek belum pernah sama sekali naik pesawat :”) I will give my best effort to make them proud of me as alumnus of BISMA Batch 8.

Dua-satu, kembali ke Paguyuban KSE UGM. Kembali mengabdi, kembali mewakafkan waktu untuk menebar kebermanfaatan bagi masyarakat. Menjadi konseptor Bedjo dan Superbedjo serta menahkodai divisi Rumah Belajar. Meski masih cacat sana sini, terimakasih kepada semua anggota yang senantiasa mengingatkan dan membuat kita belajar bersama.

Dua-satu. Ketika mulai diminta menjadi pembicara di penyuluhan-penyuluhan kecil di Desa, meski hanya program-program mahasiswa, aku bersyukur. Semoga ini menjadi langkah kecil untuk sebuah perjalanan besar : Menjadi Ahli Gizi se-keren dan se-totalitas Bu Niken di masyarakat.

Dua-satu, ketika satu demi satu resolusi tercapai walau berliku jalannya. Terimakasih Allah, the best director ever. Salah satunya menjadi officer BISMA. Aku banyak belajar dari sana. Resolusi yang lain, ssstt rahasia ya 

Allah, Subhanallah, Alhamdulillah, ketika tak terasa waktu berlalu dan harus mengucap dua-dua sewaktu ditanya usia nanti, setidaknya aku telah melalui satu tahun yang penuh warna di dua-satu. Bersyukur selalu terpanjat kepadaNya. Semoga di dua-dua nanti lebih berwarna, lebih bermakna, dan lebih berguna bagi masyarakat, amiin :)


Tunggu tulisanku selanjutnya ttg dua-dua ^^