SHARING dengan KSE UNAND
Menutup hari yang indah dengan warna kebersamaan
teman-teman KSE Nusantara. Sayang rasanya jika memori hanya sekedar lewat,
tanpa mengikatnya dalam kata.
Sabtu, 7 Oktober. Beberapa dari peserta pelatihan BISMA
di Rokan Hilir, Riau, memutuskan untuk melakukan extend kepulangan. Kami memutuskan untuk berkunjung ke kota Padang.
Dimana salah satu keluarga kami berada di sana, KSE UNAND. Tiba di kota Padang
kami menginap di salah satu rumah penerima KSE tengah malam. Malam menjelang
pagi yang hangat dengan dilanjutkan obrolan yang renyah seputar banyak hal. Beberapa
juga memutuskan untuk melanjutkan tanggungjawab di Semnas BISMA November nanti.
Pagi diawali dengan keterlambatan kami menuju sekre
KSE UNAND. Usut punya usut anggota paguyuban telah menunggu kami semenjak pukul
8 pagi. Benar saja, begitu tiba di sekre mereka, kami disambut hangat oleh
keluarga kami di KSE UNAND. Bukan hanya satu dua, melainkan puluhan. Menyenangkan
sekali atmosfer yang mereka ciptakan. Kami membicarakan beberapa hal. Mulai dari
kota Padang hingga keunikan paguyuban mereka.
KSE UNAND, sebuah paguyuban dengan penerima beasiswa
170orang. Merekatkan satu sama lain dengan cara sederhana, namun luar biasa di
mataku. Sebelumnya, pertama, paguyuban ini terletak tidak jauh dari kampus
UNAND, sekitar 5-10 menit ditempuh dengan kendaraan bermotor. Kedua, system keaktifan
paguyuban ini dinilai bukan dilihat seberapa sering beaswan mengikuti kegiatan
dalam tahunan, namun seberapa seberapa sering beaswan berkunjung ke sekre
setiap minggunya. Hal ini menjadi unik menurutku. Benar kata mereka, untuk
merekatkan kekeluargaan tidak bisa didapatkan dengan beberapa kegiatan saja,
namun harus dipupuk dari hari ke hari. Sehingga ketika sesama beaswan merasa
mereka adalah keluarga maka kegiatan apapun akan mereka ikuti dengan senang
hati. Layaknya keluarga.
Bila ku hubungkan dengan pemahamanku mengenai motto
KSE, sharing adalah berbagi mengenai
berbagai hal, baik itu diterjemahkan dalam program2, maupun hal-hal yg lebih sederhana
lain. Sharing akan membuat kita
memiliki visi yang sama (berbagi). Dengan kesamaan visi kita akan membentuk
sebuah jaringan, dimana antar beaswan terkoneksi dalam sebuah kekeluargaan yang
sering bersebut Networking. Dengan sharing dan networking yang kuat, kita akan berkembang bersama-sama, mewujudkan
kemajuan Indonesia dari berkembangnya individu per individu di dalamnya. Hal ini
sering kita juluki sebagai developing. Teringat
sebuah pepatah “jika kau ingin berjalan
cepat makan berjalanlah sendiri, jika kau ingin berjalan lebih jauh maka
berjalanlah bersama” kurang lebih seperti itu aku memaknai developing.
Kembali ke KSE UNAND. Ketiga adalah, mereka berkembang
bersama. Memasuki secretariat paguyuban KSE UNAND kita akan dihadapkan bangunan
yang simple tanpa banyak barang2 yg un-useful. Terlihat foto paguyuban,
jadwal hari bahasa, dan pojok entrepreneur di ruang depan. Begitu masuk, kita
akan menemui ruang utama dimana terlihat pojok unik (1 x 1m) yang selalu
terdapat barista yang siap melayani pesanan minuman2 ala café. Tidak banyak
juga barang2 di ruangan ini sehingga sekre terasa luas dan nyaman. Begitu pula
di 2 ruangan lain yang dimanfaatkan sebagai kamar. Benar-benar simple. Karena,
sekre ini akan dipenuhi oleh para beaswan di sore hingga malam hari.
Apa yang mereka lakukan? Apa tidak membuang waktu? Hmm,
mereka berkumpul dalam kelompok2 yg tidak sengaja terbentuk begitu mereka
datang, beberapa hanya bertukar kata, bermain uno, ataupun sharing hal-hal bermanfaat lain. Untuk pertanyaan kedua, aku
mendapatkan jawaban yang pas sekali. Untuk menjawab pertanyaanku, maupun untuk
teman2, berdasarkan diskusi dengan Andri dan yg lain. a) Sebenarnya tidak ada
orang yang sibuk dan benar2 sibuk. Yang ada hanya orang yang tidak dapat
memanajemen waktu dengan baik. Bila seorang beaswan benar2 menyebut dirinya
aktivis, maka dia akan terbiasa dengan sedikitnya kehadiran di ruangan
pribadinya (kos/kamar). Intinya, dia lebih aktif di luar. b) sebenarnya, tidak
ada yang benar-benar tidak sempat ketika kita meluangkan waktu.
Hal unik keempat dari paguyuban ini adalah hari
bahasa. Dengan kehadiran mereka di sekre, mereka menetapkan hari bahasa yang
terdiri dari bahasa Minang, Indonesia, dan Inggris. Sempat tidak percaya
program ini dapat berjalan. Namun menurut pengakuan sebagian dari mereka, program
ini berjalan walaupun dengan campuran bahasa. Untuk bahasa Minang sendiri,
sebenarnya semua mahasiswa baru di UNAND telah dilatih bahasa ini ketika ospek
di universitas. Jadi tidak memberatkan untuk mereka dari luar daerah. Keren ya!
Kelima, paguyuban ini kaya sekaliii. Selama perjalanan
kami menyusuri tempat-tempat wisata, selain ditemani dari anggota paguyuban,
kami juga dibelikan tiket gratis untuk masuk pantai malin kundang. Di pantai
lain ketika kami menikmati sunset,
kami dibelikan 4 porsi makanan laut yg aneh, lupa namanya apa. Malam hari,
ketika kami berfoto ria di klenteng, kami dibelikan milko untuk tiap tamu. Heran,
paguyuban ini kaya sekali, hingga dapat memuliakan tamu sedemikian rupa. Kemudian,
aku berdiskusi dengan irvan. Ternyata, iuran mereka 200rb di awal tahun. Dulu,
mereka menaikkan iuran karena jumlah penerima dan kebutuhan kegiatan paguyuban
tidak seimbang. Namun sekarang, mereka tetap sukarela melakukannya walaupun
jumlah beaswan tidak lagi tergolong sedikit. Salut dg paguyuban ini, saving
mereka hingga puluhan juta, meng-cover kegiatan2 mereka, maupun memuliakan tamu
seperti ini xixi. Iya juga, jangan takut berbagi, karena Tuhan akan memberikan
lebih jika kita berbagi :) begitu juga berbagi secara materi.
Keenam, hal unik yang aku rasakan adalah sesi makan
malam. Semua berkumpul di ruangan paling besar. Mereka membeli nasi padang
(kataku) berbungkus-bungkus, lalu kami melingkar di sekeliling makanan yang
telah terjajar rapi memanjang. Daaan taraaa, kami makan bersama menyantap nasi
komando. Sebenarnya bukan nasi komando, ada istilah lagi di sini, tp entah
kenapa aku sedang tidak mudah sebutannya mengingatnya. Rasanya menyenangkan,
kehangatan yang membuatku tak ingin melupakannya. Sederhana, namun benar2
mengena. Usut punya usut, mereka sering makan dengan cara ini, untuk sekedar
mengakrabkan.
Terimakasih KSE UNAND, terimakasih atas sambutannya
yang hangat, terimakasih atas
sharing-sharing yang sangat bermanfaat. Doakan semoga kami KSE UGM segera
memiliki keluarga yang sama hangatnya .:) .
salam dari gadis medhok jogja
Fildzah Ikramina
Tidak ada yang mengangka akan di tulis sedetail ini.
BalasHapusTerima kasih Fildzah, Kedatanganmu membuat Kami punya cerita yang berbeda.
Kami menunggu kedatangan selanjutnya atau kami yang akan Kesana.
Bangga sekali fildzah salah satu penerima beasiswa kse nusantara membuat tulisan seperti ini. Kita yg tidak sempat bertemu saja dapat membayangkan bagaimana cerita antara kse nusantara & kse unand yg beberapa hari singgah ke rumah kita.
BalasHapusOh iyah, salam kenal filzdah, saya hanifah dari kse unand. Maaf kemaren kita belum sempat bertemu yah, titip salam juga buat teman2 kse ugm ^_^