Haha, biarin lah, pasti pada mau bilang aku baper atau apa. Whatever. Aku cuman lagi pengen nulis aja. Skripsi, bentar ya, aku nulis ini dulu, wkwk. Kalo ada pembacanya, ya, “widiiih ada yang baca”. Kalo engga yaa setidaknya memanfaatkan fasilitas “nyampah” di blogger. Hahaha
Jangan ada bapeeer, diantara kitaaa … nyanyi
dulu (lagu rossa, jangan ada dusta)
Back to main topic. Lelaki sempurna. Pernah dulu, waktu
masih seneng-senengnya ngikutin motivasi dari pak Mario Teguh, ada sebuah
perumpamaan begini. Ada seorang wanita, dia masuk ke sebuah ruangan
bertingkat-tingkat. Di setiap tingkatan ada laki-laki yang akan dipilihnya. Setiap
naik dari tingkatan itu si wanita boleh memilih, tapi syaratnya kalo dia sudah
naik, dia tidak boleh turun ke lantai sebelumnya.
Singkat cerita wanita itu masuk. Di lantai 1
ada laki-laki biasa saja. Di lantai 2 ada laki-laki penyayang. Lantai 3 ada penyayang
dan bertanggung jawab. Di lantai 4 ada laki-laki penyayang, bertanggung jawab,
dan mapan. Teruuus saja. Dia menyadari di setiap tingkatan jumlah laki-laki itu
semakin sedikit. Namun dia terus naik sampai 1 lantai sebelum terakhir : laki penyayang,
bertanggung jawab, mapan, sholeh, pinter agama, memuliakan wanita, sayang dengan anak, setia, prospek
masa depan cerah, dll. Di lantai ini dia ragu, tapi akhirnya dia melangkahkan
kaki ke lantai selanjutnya. Di lantai itu dia mendapatkan tulisan “maaf semua
laki-laki di tempat ini sudah habis”. Daaan,
apesnya dia tidak bisa kembali ke lantai
sebelumnya tadi. Akhirnya dia pulang dengan tangan hampa *tanpa gandeng pasangan,
hihihi.
Yaa itu cuma perumpamaan aja sih. Sebagai wanita
semakin kita mencari itu sosok lelaki sempurna, maka seumur hidup kita akan
terus mencari *karna ga akan dapet. So do
I. Yang penting ngga pacaran aja sih, soalnya bikin kita mandeg, stagnan,dan ujungnya harus
janji-janji ga jelas “tahun depan aku mau nikahin kamu” preett, omong doang. Udah nglanggar
aturan langit (dosa), tambah jauh dari Cinta-Nya, harus setia sama orang yang
ga jelas apa bener bakal jadi pendamping hidup beneran apa engga. Ngga level
sama yang begituan. Levelnya sama : kepastian, hahaha aku ra baper lhoo.
Semakin
hari nemuin laki-laki yang sholeh, mapan, siap nikah, punya pemikiran
berkembang, bisa berjuang bersama, dll. Semakin hari juga, orang-orang itu
makin sempurna di mata ku. Tapi eeeitss, jangan
ada baper di antara kita. Haha
Jodohmu adalah sebagaimana kualitas dirimu saat
itu. “laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik” kalo ngga salah.
![]() |
| source: instagram @duniajilbaS |
Dari pada mikirin baper sama orang kan mending
memperbaiki kualitas diri. Masih banyaak banget cacat ku. Harus bisa >> Memperbaiki
kualitas diri hingga mencapai kompetensi maksimal : kalo kata sertifikat BISMA.
Xixixi, tapi ya, kalo setelah lulus nanti ada
yg tiba-tiba khitbah, terus bersama dia aku merasa bisa mencapai potensi
maksimal plus bisa membuat surga serasa lebih dekat (cocok sm orangnya maksudnya), yauda. Di
situlah mulai pake kaca mata kuda. Fokus pada dia, dengan segala kelebihan dan
kekurangannya, bersyukur sama semua yang dimilikinya, serta sama-sama
memperbaiki diri. Hingga, bersama, kita menjadi luar biasa :) *ceileeee

Tidak ada komentar:
Posting Komentar