Senin, 17 April 2017

Lelaki Sempurna


Haha, biarin lah, pasti pada mau bilang aku baper atau apa. Whatever. Aku cuman lagi pengen nulis aja. Skripsi, bentar ya, aku nulis ini dulu, wkwk. Kalo ada pembacanya, ya, “widiiih ada yang baca”. Kalo  engga yaa setidaknya memanfaatkan fasilitas “nyampah” di blogger. Hahaha
 
Jangan ada bapeeer, diantara kitaaa … nyanyi dulu (lagu rossa, jangan ada dusta)

Back to main topic. Lelaki sempurna. Pernah dulu, waktu masih seneng-senengnya ngikutin motivasi dari pak Mario Teguh, ada sebuah perumpamaan begini. Ada seorang wanita, dia masuk ke sebuah ruangan bertingkat-tingkat. Di setiap tingkatan ada laki-laki yang akan dipilihnya. Setiap naik dari tingkatan itu si wanita boleh memilih, tapi syaratnya kalo dia sudah naik, dia tidak boleh turun ke lantai sebelumnya.

Singkat cerita wanita itu masuk. Di lantai 1 ada laki-laki biasa saja. Di lantai 2 ada laki-laki penyayang. Lantai 3 ada penyayang dan bertanggung jawab. Di lantai 4 ada laki-laki penyayang, bertanggung jawab, dan mapan. Teruuus saja. Dia menyadari di setiap tingkatan jumlah laki-laki itu semakin sedikit. Namun dia terus naik sampai 1 lantai sebelum terakhir : laki penyayang, bertanggung jawab, mapan, sholeh, pinter agama,  memuliakan wanita, sayang dengan anak, setia, prospek masa depan cerah, dll. Di lantai ini dia ragu, tapi akhirnya dia melangkahkan kaki ke lantai selanjutnya. Di lantai itu dia mendapatkan tulisan “maaf semua laki-laki di tempat ini sudah habis”.  Daaan, apesnya dia tidak  bisa kembali ke lantai sebelumnya tadi. Akhirnya dia pulang dengan tangan hampa *tanpa gandeng pasangan, hihihi.

Yaa itu cuma perumpamaan aja sih. Sebagai wanita semakin kita mencari itu sosok lelaki sempurna, maka seumur hidup kita akan terus mencari *karna ga akan dapet. So do I. Yang penting ngga pacaran aja sih, soalnya bikin kita mandeg, stagnan,dan ujungnya harus janji-janji ga jelas “tahun depan aku mau nikahin kamu” preett, omong doang. Udah nglanggar aturan langit (dosa), tambah jauh dari Cinta-Nya, harus setia sama orang yang ga jelas apa bener bakal jadi pendamping hidup beneran apa engga. Ngga level sama yang begituan. Levelnya sama : kepastian, hahaha aku ra baper lhoo.

Semakin hari nemuin laki-laki yang sholeh, mapan, siap nikah, punya pemikiran berkembang, bisa berjuang bersama, dll. Semakin hari juga, orang-orang itu makin sempurna di mata ku. Tapi eeeitss, jangan ada baper di antara kita. Haha

Jodohmu adalah sebagaimana kualitas dirimu saat itu. “laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik” kalo ngga salah.

source: instagram @duniajilbaS
Dari pada mikirin baper sama orang kan mending memperbaiki kualitas diri. Masih banyaak banget cacat ku. Harus bisa >> Memperbaiki kualitas diri hingga mencapai kompetensi maksimal : kalo kata sertifikat BISMA.

Xixixi, tapi ya, kalo setelah lulus nanti ada yg tiba-tiba khitbah, terus bersama dia aku merasa bisa mencapai potensi maksimal plus bisa membuat surga serasa lebih dekat (cocok sm orangnya maksudnya), yauda. Di situlah mulai pake kaca mata kuda. Fokus pada dia, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, bersyukur sama semua yang dimilikinya, serta sama-sama memperbaiki diri. Hingga, bersama, kita menjadi luar biasa :) *ceileeee

Tidak ada komentar:

Posting Komentar