Rabu, 23 November 2016

KSE Value



Banyak hal yang harus diselesaikan, tapi sepertinya tangan ini sudah tidak tahan jika tidak menulis mengenai KSE Value. Bismillah, aku coba merangkumnya dalam tulisan ini.

Pengalaman, kejadian, diskusi, kegiatan, satu tahun terakhir membentuk cara pandangku mengenai beasiswa ini. Secara keseluruhan, coba aku menuangkan KSE value yang aku pahami dalam intern dan intensive values. Pertama, kita akan membahas konsep intern. Konsep ini mencakup tiga hal: 1. Paguyuban, 2. hubungan kita dengan ayahanda dan ibunda yayasan, dan 3. hubungan antar sesama penerima beasiswa. Perumpamaan terbaik untuk KSE adalah sebuah rumah, dengan keluarga di dalamnya. Konsep ini banyak ku dapatkan dari sharing dengan bang fahri. Bahkan sebagian besar redaksinya dari beliau, Bang Fahri.

Paguyuban. Kita harus memahami makna dari kata ini. Mengapa semua perkumpulan penerima menggunakan kata “paguyuban”. Dalam teori sosiologi, terdapat gemeinschaft (paguyuban) dan gesellschaft (patembayan). Dilansir dari wikipedia.org, paguyuban merupakan kelompok social yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal. Kelompok ini memiliki ikatan batin yang kuat antar anggotanya dan bersifat informal. Salah satu tipe paguyuban yang tingkat solidaritasnya tinggi adalah karena ikatan darah (nanti kita bahas lebih dalam)

Sedangkan patembayan menurut wikipedia.org adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang pendek. Kelompok ini memiliki hubungan antar anggota yang bersifat formal, memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal, memperhitungkan nilai guna, lebih didasarkan pada kenyataan sosial. Contoh kelompok ini seperti organisasi-organisasi di kampus, seperti BEM, BSO, UKM, dan lain sebagainya. Meskipun tidak dipungkiri beberapa ada yang seperti paguyuban. Seperti contohnya, jika sudah lengser dari kepengurusan Hima misalnya, keakraban akan jauh lebih berkurang, belum angkatan-angkatan di bawahnya lagi, bahkan sebagian besar sudah tidak kenal.

Berbeda dengan konsep Patembayan, kedekatan dan keakraban Paguyuban akan dibawa hingga nanti-nanti. Bahkan di KSE, istilah keluarga KSE akan dibawa hingga mati, karena setelah lulus kuliah ada paguyuban alumni. Berkaca dengan keadaan paguyuban sekarang, masih seperti patembayan. Dibutuhkan alasan untuk datang dan saling bertemu.

Teman, sahabatku, penerima beasiswa KSE, pandang dan anggaplah perkumpulan ini seperti keluarga. Apa yang dilakukan sebuah keluarga? Makan bersama, berbagi, belajar, bercengkrama, kadang bertengkar, kadang dimarahi, diberikan nasehat, saling melindungi, bahkan ibarat ayah dan ibu memberi uang saku, kita juga diberi uang saku bukan dari yayasan? 600rb per bulan. Kembalilah ke rumah, hangatkanlah kebersamaan keluarga kita. Kalau bukan kamu, siapa lagi anggota keluarga KSE ini?

Kamu, kamu yang luar biasa, menjadi ketua BEM, ketua Hima, berhasil dengan lomba-lomba luar biasa, exchange ke luar negri, mendapat pengalaman camp di sana sini. Tidak kah kamu ingin kembali ke rumah dan membagikan pengalamanmu ke saudara-saudara dan adik-adikmu?

Kedua, Hubungan dengan dengan ayah bunda yayasan. Bang Fahri menyampaikan dengan sepenuh hati “Sekarang, bayangkan bahwa ayah kita di pusat sana, pada awal yayasan ini, mereka membawa map kesana sini, melobi ke beberapa perusahaan untuk memberikan sebagian dananya buat kita, agar dana 600rb tetap mengalir di rekening kita setiap bulannya, segala pasang surutnya. Ayahhanda kita berkata, pak kami punya anak-anak berpotensial, namun mereka kesulitan secara finansial, maukah perusahaan bapak bergabung menjadi donatur untuk mereka?”. Teman, pernahkah kita membayangkan hal demikian? Atau, kita hanya egois, yang penting uang 600rb selalu ditransfer tepat waktu? Mari kita bertanya pada diri sendiri.

Cukup menyakitkan ketika membaca milis, beberapa penerima ingin keluar dari milis. Padahal, milis adalah grup yang menyatukan dan memperlancar komunikasi kita. KSE sekarang, keluarga ini, telah tersebar di seluruh nusantara. Jika kau berada di Medan saat ini, ada kakak/adik yang berada di Papua sana. Coba bayangkan jika seorang anak berkata “Ma, aku mau keluar dari grup keluarga ini, gak penting Ma gimana kakak di Manado sana, atau adik di Pekanbaru”. Anak seperti apa yang jarang bertemu adik dan kakaknya, tapi malah tidak suka jika dipersatukan. Ya, wajar jika dalam suatu keluarga adik-kakak bermarahan, tp karena keluarga, pasti akan kembali lagi bukan?

Jangan lupa, dengan segala jerih payahnya, ayahanda dan ibunda kita ingin kita lebih baik dari hari ke hari. Ada tanggungjawab besar ketika kita menerima beasiswa ini. Berikanlah kado terbaik untuk ayah dan bunda kita, dengan meningkatnya Indeks Prestasi (IP)mu, atau hasil juaramu, atau kontribusimu pada masyarakat. Daan, kabarkan kondisi kita, apa yang kita lakukan, pencapaian apa yang kita miliki, melalui grup milis =) .

Yang ketiga adalah hubungan antar penerima. Telah banyak disinggung hubungan antar penerima sebelumnya. Bahwa dengan melihat Paguyuban (gemeinschaft) adalah sebuah keluarga, maka layaknya kita seluruh penerima adalah saudara. Adik dan kakak. Seorang kakak pasti akan melindungi adiknya. Seorang adik pasti akan menyayangi kakaknya. Tidak mungkin dalam sebuah keluarga, kakak tidak kenal siapa nama adiknya bukan?

Maka dari itu, mumpung belum terlambat. Sering-sering lah ke rumah kita (Sekre Kardjo). Mengakrabkan keluarga kita lebih dekat. Kita bercengkrama dan berbagi hal-hal positif bersama. Jika terdapat kegiatan wajib, datanglah untuk sekedar membantu. Masukkan KSE dalam salah satu skala prioritasmu. KSE tidak ingin dinomorsatukan, namun juga tidak ingin diduakan.

Sebagian besar redaksi dari tulisan ini berasal dari bang Fahri. Kata beliau hanya ada 3 kategori untuk hadir di acara wajib. 1. Datang, 2. Tidak datang, 3. Menyempatkan. Tidak mungkin ada orang yang tidak bisa hadir terus menerus sama sekali, yang ada hanya dia yang “tidak menyempatkan” untuk kehadirannya.

Begitulah some intern value of KSE. Berikutnya, kita akan membahas intensive value. Tentang sharing, networking, dan developing. Baca terus blog ini yah . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar