Semester
7, sebuah semester yang luarbiasa. Semester yang mendewasakan baik secara
emosional maupun keilmuan. BISMA, di sana semuanya bermula. Pasca Camp bulan
Mei, aku mulai jelas dengan sesuatu bernama tujuan, rencana, dan jembatan
menggapainya melalui langkah demi langkah kecil.
Di
semester ini, aku berproses. Menjadi seseorang yang benar-benar seseorang. Camp awal Mei, PKL bulan
Mei, KKN Juni hingga Agustus di tanah Samosir, Camp di Bogor bulan September,
Camp di Riau bulan Oktober sekaligus menginjakkan kaki di Kota Padang, Semnas
BISMA di Bali bulan November, juga PKL di rumah sakit dan di desa. Pengalaman
yang luar biasa. Sampai kamar kosku tidak asing dengan sarang laba-laba. xixi
Lelah
memang kesana kemari. Namun, kepuasan batin yang didapatkan, tak bisa ku
gambarkan dengan kata-kata. Aku menikmati semuanya, menjalani dengan ikhlas,
serta berkontribusi sepenuh hati. Dan tanpa sadar, banyak pendewasaan diri dan
kompetensi yang dimilikii.
Berawal
dari sesuatu yang sangat dekat dengan diri ini, keilmuan Gizi. Sebuah ilmu yang
ku geluti 4 tahun terakhir. Awalnya, sangat sulit menterjemahkan segala sesuatu
yang berbau ilmiah ke dalam persepsi dan pengetahuan masyarakat. Pertama kali,
belajar dari situasi dan masyarakat. Mengenal masyarakat Samosir dengan segala
karakteristik mereka. Menjadi pembicara di acara PKK kecamatan, dimana ibu2
kepala desa hadir untuk mendengarkan apa yang ku sampaikan. Berlanjut dengan penyampaian-penyampaian
lain di masyarakat, juga konsultasi pada pelayanan kesehatan gratis di desa
serta memberi konsultasi di Rumah Sakit. Sedikit banyak, kepercayaan diri telah
ku dapatkan. Mampu membuat masyarakat lebih paham. Puas sekali dengan pencapaian
ini. Namun tidak sampai di sini, PR selanjutnya adalah memperkaya diri dengan
ilmu dari jurnal dan text book untuk membuat masyarakat lebih teredukasi.
Aku
ingin, menjadi seorang Ahli Gizi yang benar-benar bermanfaat untuk orang
banyak. Sebagaimana peran gizi dalam upaya preventif, terutama dalam pencegahan
penyakit degeneratif dan keganasan di masyarakat ^^
Keilmuan.
Bukan hanya ilmu yang sudah aku geluti dalam 4 tahun terakhir. Namun juga
mengenai leadership dan gambaran mengenai masa depan. Berjuta ilmu ini ku
dapatkan kala duduk sebagai peserta Camp dari tahap demi tahap BISMA. Dengan
pemateri2 yang luar biasa. Kata sahabat Ali ra. ikatlah ilmu dengan
menuliskannya. Beberapa materi dapat ku genggam dengan catatan demi catatan.
Namun, peran teman2 dalam mengumpulkannya sangat membantu dalam merefresh semua
ilmu tsb. Terimakasih BISMA , aku sayang kaliaan :"
Terakhir,
kematangan emosi. banyak tantangan demi tantangan yang diberikan dalam Camp
BISMA. Baik itu secara sengaja diciptakan maupun keadaan yang memunculkan. Satu
bulan terakhir, dihadapkan tantangan dengan intensitas yang sama, namun tanpa
teman-teman BISMA. Lelah, sempat menangis dengan di samarkan oleh derasnya kran
air. Namun, sembunyikan. Stay professional dimanapun dan kapanpun berada :)
Pesanku,
halo dik. Kamu yang berada pada semester sangat sibuk detik ini. Jangan kalah
oleh lelah, juga jangan menyerah. Semalam, pihak KSE memberitahukan kelolosanmu
dalam BISMA Batch 9 bukan? Selamat ya. Kakak tahu ini pilihan yang sangat berat
antara kuliah dan mendapatkan Camp ini. Namun percayalah, Camp adalah anugrah
yang luar biasa. Tetaplah berjalan dan berjuang dalam kuliahmu, dengan dihiasi
pengalaman Camp ini. Kamu pasti bisa. Uraikan benang kusut satu per satu.
Berjalanlah selangkah demi selangkah. Jangan terlalu mengkhawatirkan yang jauh
di sana, hadapi sesuatu di depanmu dengan sepenuh hati. Maka satu per satu
semuanya akan teratasi.
Masih
ingat firman Tuhan kita? Dia tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan kita.
Jadi ketika Tuhan memberi cobaan itu, Dia tahu, bahwa kamu mampu mengatasinya.
Percayalah ;)