“Mba ida ki, dolan
wae”
Berkali-kali aku mendapat lemparan kata itu oleh orang
rumah. Haha, benar saja, aku sering memanfaatkan waktu liburan dua bulan yang
baru berjalan satu minggu untuk asik di luar rumah. Eits, jangan salah, aku
sedang membangun relasi sambil bersilaturrahmi. Toh aku juga tidak pergi dengan
lawan jenis (yaa paling-paling cuma adek).
Di hari aktif kuliah aku jarang sekali bisa meluangkan waktu
untuk pulang. So, dua bulan ini aku loncat ke sana kemari menyambangi rumah
sepupu-sepupu, bude-bude, atau main dengan teman SD SMP SMA *yg jarang main ke
kakek nenek soalnya takut main ke kuburan berrrr. Hasilnya, aku sering dibawain
makanan, jalan-jalan ke tempat asik, sampai diajarin ilmu jahit. Keren kaaan,
hahhaha.
Betewe, ngomongin soal jahit ni, aku jadi inget kata-kata
temen SMA ku (cowok) yang ngomong di depan cewek-cewek. Dia bilang
“sepinter-pinternya cewek (dlm akademik), kalo ngga bisa masak sama ngga bisa
jahit, bukan cewek namanya”. Jlebb saat itu aku blm bisa masak, apalagi jahit
baju. Yang aku tahu cuma belajar, belajar, dan belajar. Tapi eng ing eeeeengg .
. tidak untuk hari ini. Time flies people change. Aku udah bisa masak walaupun
dikit-dikit, aku udah bisa jahit walaupun belum halus.
Pokoknya, bersyukur aja. Punya temen dan sodara dimana-mana,
jangan sampai putus silaturrahmi. ~Jangan lelah untuk meringankan beban mereka,
karena suatu saat ketika kita jatuh, tangan mereka akan terulur untuk membantu
kita berdiri.~ Quotes untuk hari ini ^_^