Rabu, 25 Maret 2015

jangan males wooii


Jangan Malas wooiii

iyes, itu komentar untuk diriku sendiri. Belajar dari pengalaman kemarin siang. Seperti biasa predikat deadliner masih aku sandang sampai sekarang. Hari terakhir pendaftaran sebuah program dari universitas. Entah kenapa banyak hal yang seharusnya simpel jadi ribet minta ampun.

ini aku di lain waktu yg lg males nglanjutin 
Dimulai dari bangun tidur. Sadar tanggal sudah menginjak angka 25, gelagepan cari formulir, downlad surat bla blab la. Sambil diselingi sholat dan mandi, singkat cerita jam 7 baru selesai. Ganti baju lala 7.15 berangkat. Ada praktikum 7.30, tp masih menyempatkan diri mampir ke tempat print. Dan yang terjadi? Tab ku mati. Mau ga mau aku harus berangkat. Di jalan galau, mau ikut ngga ya. Inget satu sisi aku udah nungguin program ini dari setaun yang lalu. Ini satu-satunya kesempatan karena cuman di angkatan ini diselenggarakan, tidak ada kesempatan lagi untuk tahun depan. Entah apa hasilnya, setidaknya aku mencoba, karena dari sana (mencoba) kan tumbuh peluang.

Singkat cerita aku balik ke kos setelah praktikum (11.00), pinjem flash disk orang, ngeprint, cari ttd buat surat keterangan, 11.45 selesaii. Langsung memacu sepeda kampus ke dirmawa (tersisa 15 menit debelum dirmawa tutup). Eeeh sampe tempat, ternyata “ngumpulinnya bukan di sini mba, di gedung depan GMC”. Oke fix aku udah lari2 kayaknya sia2. Agak lemas memacu sepeda untuk menghampiri kampus, krn kuliah lagi 12.30. Masih 15 menit.  Otakku mulai berputar, mencari berbagai alternatif. Agar kuliah bisa, ngumpulin berkas juga bisa *kantornya tutup jam 4, kuliah selesai jam 4. Males, sudahlah, mepet ajaa seperti biasanya, dalam hatiku. Tapi tidak, roda sepeda berputar mengarah ke kompleks GMC. Ah coba selesaikann. Dan yap, ternyata tak semengerikan yang aku bayangkan. Naruh berkas tidak membutuhkan waktu lama *2 menit. Daaaann selesai perjuanganku hari itu.

Wooii jangan males woii. Coba saja aku langsung ke kampus, pasti aku harus keluar kelas lebih awal *korupsi waktu* dan lari-lari untuk mengejar waktu 16.00. Dan Alhamdulillah, semua selesaii dalam sekejap. Kuncinya BUNUH RASA MALASmu. That’s I am. Aku selalu setengah-setengah ngerjain sesuatu. Biasanya belum sampai selesai, sudah malas, aku tinggal. Wal hasil selama ini aku jadi deadliner sejati. Haha buruk ini jangan ditiru. Ayo sama2 belajar membunuh rasa malas kita. Kata temenku Bram :

“kalo malas bisa membuat aku sukses maka aku sudah malas dari dulu, tapi sayangnya engga”

Dimulai dari diri sendiri, dimulai saat ini, di tempat ini, dan S E K A R A N G juga. Sekali lagii, wooii piiiill jangan maleeees wooiii