Jangan Malas wooiii
iyes, itu komentar untuk diriku
sendiri. Belajar dari pengalaman kemarin siang. Seperti biasa predikat deadliner
masih aku sandang sampai sekarang. Hari terakhir pendaftaran sebuah program
dari universitas. Entah kenapa banyak hal yang seharusnya simpel jadi ribet
minta ampun.
![]() | ||
| ini aku di lain waktu yg lg males nglanjutin |
Dimulai dari bangun tidur. Sadar tanggal
sudah menginjak angka 25, gelagepan cari formulir, downlad surat bla blab la. Sambil
diselingi sholat dan mandi, singkat cerita jam 7 baru selesai. Ganti baju lala
7.15 berangkat. Ada praktikum 7.30, tp masih menyempatkan diri mampir ke tempat
print. Dan yang terjadi? Tab ku mati. Mau ga mau aku harus berangkat. Di jalan
galau, mau ikut ngga ya. Inget satu sisi aku udah nungguin program ini dari
setaun yang lalu. Ini satu-satunya kesempatan karena cuman di angkatan ini
diselenggarakan, tidak ada kesempatan lagi untuk tahun depan. Entah apa
hasilnya, setidaknya aku mencoba, karena dari sana (mencoba) kan tumbuh peluang.
Singkat cerita aku balik ke kos
setelah praktikum (11.00), pinjem flash disk orang, ngeprint, cari ttd buat
surat keterangan, 11.45 selesaii. Langsung memacu sepeda kampus ke dirmawa
(tersisa 15 menit debelum dirmawa tutup). Eeeh sampe tempat, ternyata “ngumpulinnya
bukan di sini mba, di gedung depan GMC”. Oke
fix aku udah lari2 kayaknya sia2. Agak lemas memacu sepeda untuk
menghampiri kampus, krn kuliah lagi 12.30. Masih 15 menit. Otakku mulai berputar, mencari berbagai alternatif.
Agar kuliah bisa, ngumpulin berkas juga bisa *kantornya tutup jam 4, kuliah
selesai jam 4. Males, sudahlah, mepet
ajaa seperti biasanya, dalam hatiku. Tapi tidak, roda sepeda berputar
mengarah ke kompleks GMC. Ah coba
selesaikann. Dan yap, ternyata tak semengerikan yang aku bayangkan. Naruh berkas
tidak membutuhkan waktu lama *2 menit. Daaaann selesai perjuanganku hari itu.
Wooii jangan males woii. Coba saja
aku langsung ke kampus, pasti aku harus keluar kelas lebih awal *korupsi waktu*
dan lari-lari untuk mengejar waktu 16.00. Dan Alhamdulillah, semua selesaii
dalam sekejap. Kuncinya BUNUH RASA MALASmu.
That’s I am. Aku selalu setengah-setengah ngerjain sesuatu. Biasanya belum sampai
selesai, sudah malas, aku tinggal. Wal hasil selama ini aku jadi deadliner
sejati. Haha buruk ini jangan ditiru. Ayo sama2 belajar membunuh rasa malas
kita. Kata temenku Bram :
“kalo malas bisa membuat aku
sukses maka aku sudah malas dari dulu, tapi sayangnya engga”
Dimulai dari diri sendiri,
dimulai saat ini, di tempat ini, dan S E K A R A N G juga. Sekali lagii, wooii
piiiill jangan maleeees wooiii
