Sejak kapan bunga-bunga itu merekah, aku tidak tahu persis waktunya. yang jelas, aku menemukannya di suatu sore sepulang rutinitas sibuk kelas 3. ketika itu, seribu tali mengikat kepalaku. gerah seharian beraktivitas, ditambah bekas asap sepeda motor yang menempel di jaketku, membuatku ingin semakin cepat melangkahkan kaki ini menuju peraduan terakhirku.
jarak sekolah dan kos ku tidak begitu jauh. hanya butuh waktu 3 menit untuk mencapainya. gang di belakang sekolah menjadi satu-satunya jalan menuju kos. berbeda dari biasanya. bau tanah. namun langit tidak menunjukkan tanda-tanda hujan, pun sisa hujan.
aku sengaja menegadahkan kepalaku, mencari sesuatu yang lain dari biasanya. berpuluh-puluh tangkai anggrek telah merekah. indah. berwarnakan ungu yang elok sempurna. mahkota-mahkota bunganya basah, masih terhitung menit siraman empunya. bagai embun di pagi hari. butiran-butiran air yang bergulir, bergabung dengan butiran lain. indah sekali.
konon, aku sering melihat empunya dengan sabar merawat satu demi satu koleksinya. mungkin, tanah jogja terlalu padat, hingga tembok gang (yg mungkin dulu adalah halaman rumahnya) menjadi tempat bunga-bunga itu menggelantung sempurna. seorang nenek yang mungkin dulu adalah saksi sejarah kelahiran negri ini.
terhitung bilangan bulan aku akan meninggalkan tempat ini, insyaallah. ketika suatu saat aku kembali, aku ingin melihat bunga-bunga ini merekah dengan indah menyambut kedatanganku. bunga-bunga itulah yang setiap hari menghiburku, melupakan penat dan dan sesaknya tinggal di tempat ini. semoga, waktu yang bergulir tidak lantas menggilasnya :)
Rabu, 20 Maret 2013
Rabu, 13 Maret 2013
AWASS!! Penyakit Cinta Stadium Lanjut
Just Words
Namaku FIldzah Ikaramina, siswi kelas 3 SMA, salah satu sekolah menengah atas Islam di Jogja. Orang bilang, masaku kali ini, masa di ujung tanduk. Tinggal hitungan hari, bahkan detik aku menghadapi the greatest momok sepanjang masa = UN SMA. haha. Tapi apa di kata. Siapa sangka aku mengidap penyakit akut berbahaya. diagnosis dokter filda, aku lagi mengidap penyakit cinta stadium lanjut. Dng deng DEEEEng ... bahaya banget, apa lagi ini menuju momentum bersejarah sepanjang hidup :O
Dalam satu fase ini (SMA), aku mengalami beberapa kali suka seseorang. Maklum, remaja labil. Tapi nggak lantas aku mengekspresikannya. Aku tau waktu, situasi, kondisi, dan agama. Dan aku nggak mungkin nerbos itu semua. dibilang suka, iya, tapi cuma di bagian surface aja. Coz, aku juga tau konsekuensinya. kata sahabat Ali ra., bertemanlah sewajarnya, jangan terlalu mencintai, tapi juga jangan terlalu membenci.
tapi kali ini, ku rasa, penyakitku udah stadium lanjut. jarang-jarang aku bisa sampe tersipu malu ketika namanya disebut. salting abis ketika digodain sama temen2. rasa yg sering terbit dan terbenam dalam 3th ini. oh God, help me control it. aku bisa biasa aja sih di depan dia. pura-pura proffessional gitu, but my heart never lie.
nggak nggak. ini bukan batu cadas besar, ini bukan jurang curam yang menghadang jalanku. ini fitrahNya. justru ini tantangan buat ku. tantangan mengubah energi "virus patogen" ini jadi energi nuklir positif yg super dahsyat, hahaha
never mind, dia bisa jadi motifator ku. but of course my Biggest motivator is my God. Dia yang memberiku rasa ini, dan akan ku pasrahkan padaNya :D
lagi pula, satu kriteria yg nggak ada pada manusia satu itu. dan itu fatal banget. semoga seiring berjalannya waktu, engkau bisa menemukan Tuhanmu sobat. :)
Namaku FIldzah Ikaramina, siswi kelas 3 SMA, salah satu sekolah menengah atas Islam di Jogja. Orang bilang, masaku kali ini, masa di ujung tanduk. Tinggal hitungan hari, bahkan detik aku menghadapi the greatest momok sepanjang masa = UN SMA. haha. Tapi apa di kata. Siapa sangka aku mengidap penyakit akut berbahaya. diagnosis dokter filda, aku lagi mengidap penyakit cinta stadium lanjut. Dng deng DEEEEng ... bahaya banget, apa lagi ini menuju momentum bersejarah sepanjang hidup :O
Dalam satu fase ini (SMA), aku mengalami beberapa kali suka seseorang. Maklum, remaja labil. Tapi nggak lantas aku mengekspresikannya. Aku tau waktu, situasi, kondisi, dan agama. Dan aku nggak mungkin nerbos itu semua. dibilang suka, iya, tapi cuma di bagian surface aja. Coz, aku juga tau konsekuensinya. kata sahabat Ali ra., bertemanlah sewajarnya, jangan terlalu mencintai, tapi juga jangan terlalu membenci.
tapi kali ini, ku rasa, penyakitku udah stadium lanjut. jarang-jarang aku bisa sampe tersipu malu ketika namanya disebut. salting abis ketika digodain sama temen2. rasa yg sering terbit dan terbenam dalam 3th ini. oh God, help me control it. aku bisa biasa aja sih di depan dia. pura-pura proffessional gitu, but my heart never lie.
nggak nggak. ini bukan batu cadas besar, ini bukan jurang curam yang menghadang jalanku. ini fitrahNya. justru ini tantangan buat ku. tantangan mengubah energi "virus patogen" ini jadi energi nuklir positif yg super dahsyat, hahaha
never mind, dia bisa jadi motifator ku. but of course my Biggest motivator is my God. Dia yang memberiku rasa ini, dan akan ku pasrahkan padaNya :D
lagi pula, satu kriteria yg nggak ada pada manusia satu itu. dan itu fatal banget. semoga seiring berjalannya waktu, engkau bisa menemukan Tuhanmu sobat. :)
Kamis, 07 Maret 2013
I Found a New World
SuperBedjo
2013
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
...
berbeda dari biasanya. Aku merasakan
getaran hebat ketika lagu itu dilantunkan. Indonesia. Tempat aku dilahirkan.
Tempat aku berdiri saat ini. Dengan berpuluh-puluh orang hebat di belakangku.
Para calon pembangun bangsa. Dan empat orang hebat, pendiri kegiatan ini.
Sungguh sesuatu yang berbeda.
Aku
sering aktif di beberapa organisasi. Namun dengan partner-partner yang berbeda
visi dengan ku. Mereka yang berprinsip "Jangan sampai sekolah mengganggu
organisasi". Aku tak mengelak ketika mereka mengatakannya. Namun
aku pernah berkata pada diriku sendiri "Suatu saat, aku ingin punya
perkumpulan yang mengedepankan pendidikan dan masa depan yang cerah,
mereka-mereka yang membangun bangsa ini dengan intelektual mereka, meskipun itu
bagai punuk merindukan bulan, tidak ada channel ke sana". Dan semua itu
menjadi nyata. Aku dan semua orang di ruangan ini.
Entah
karena faktor X apa mereka menerima ku sebagai salah satu bagian dari mereka.
Padahal ada banyak temanku yang lebih pantas. Aku menjadi anak didik
SuperBedjo. Salah satu program KSE Guyub Rukun UGM. Rasanya seperti mimpi
ketika aku menerima sebuah pesan yang berisi ketergabunganku dalam program ini.
Aku merasa satu langkah lebih dekat dengan mimpi ku. Aku merasa ada jalan untuk
menjadi seorang dokter :).
SuperBedjo
memberikan bimbingan SNMPTN gratis kepada siswa-siswa SMA/MA. Dari 113
pendaftar, kami terpilih sebagai 15 orang siswanya. SuperBedjo merupakan
program dibawah asuhan KSE UGM. Basecamp kami di rumah Karjo, sebuah rumah
kontrakan kecil dengan cat hijau muda melingkupi seluruh dindingnya. Kecil dan
sederhana, ruang utama saja terkadang tidak muat untuk pertemuan semua anak
SuperBedjo, hehe.
Satu
hal yang membekas di benakku pada launching itu adalah pesan dari pak Dodi,
salah satu pendiri beasiswa Karya Salemba Empat.-- Beliau dengan tiga pendiri
lain saat ini telah memberi dan menyalurkan beasiswa bagi 1700 mahasiswa di 13
Perguruan Tinggi di Indonesia. Bermula dari Jalan Karya Salemba Empat tempat
mereka kos ketika masih menjadi mahasiswa UI. Bermula dari 3orang mahasiswa
yang mereka biayai. Dan sekarang ketika masing-masing mereka telah menjadi
"orang" di Indonesia ini.-- Aku berjabat tangan dengan beliau, dan
pesan beliau "Belajar yang RAJIN ya". Dalam hati "Iya pak,
saya akan belajar yang rajin, dan saya akan menjadi salah satu penyumbang
beasiswa di KSE ini 20 tahun lagi :D"
Senin, 04 Maret 2013
Surat Untukmu
Lama aku tak menyapamu. bagaimana keadaanmu sekarang?
masih sering kambuh kah penyakitmu? jangan lupa hadapi hari ini dengan senyuman
:). belajar yang rajin yaa. sayangi papa mama mu, bagaimana pun mereka saat
ini.
semua kata-kata itu tercekat di tenggorokanku. tak
sehuruf pun keluar dari mulut ini. lidahku kelu. enggan aku menyapamu kembali
tiap malam. walau hanya dengan sebaris kata-kata. ada apa dengan mu. ada apa
dengan renyah riuhmu selama ini. mengapa tiba-tiba menghilang?
aku ingin bercerita kepadamu. ini itu. aku ingin
berbagi kebahagiaan ini. aku juga ingin kembali meminta pendapatmu mengenai
ini itu. moga engkau segera kembali :)
Langganan:
Komentar (Atom)