Aku berandai 15 tahun lagi
18.39
menaiki tangga sendirian sambil membawa belanjaan sayur segar di kanan dan bungkusan
makan malam di kiri. Tak sabar ingin segera memasuki surge ku “kamar”. Seperti biasa,
lantai atas sepi, tetangga kosku mudik ke kampungnya entah berapa lama. Jadilah
aku seperti tinggal sendiri. Mencari kunci, membuka pintu, dan menyalakan lampu . . .
Alangkah
indahnya jika dalam keadaan seperti ini ada si kecil yang menyambutku. Berteriak
“bundaaa..” sambil berlari menghamburku. Lantas beralih mengambil barang-barang
belanjaanku. Tak sabar mencari-cari makanan yang aku bawa. Sepintas menanggapnya,
sejurus menengadah, melihat “dia” melempar senyum dan mendekatiku. “Assalamualaikum
bunda .. “. Suara lembutnya selalu membuatku tentram. “Waalaikumsalam ayah”
jawabku dengan mengembangkan sepenuh senyum sambill mencium tangannya . . .
Haha
mungkin gula darahku terlalu drop, jadi mulai mengandai-ngandai kesana kemari. Alangkah
indahnya jika keadaan telah ku ubah atas izinNya. Bismillah, masih otw berusaha
menjadi “orang”. Singkat, satu paragraf itu menggambarkan keinginanku. Tetap bisa
berkarir tanpa mengesampingkan tugas utama sebagai seorang ibu. Tetap berkarya
dalam pengabdian pada keluarga.
Satu
paragraf. Aku berandai itu adalah secuplik dari kisahku nanti, amiin :). Ketika
suatu saat aku sangat mendalami dan expert dalam suatu bidang tertentu, lalu
diundang untuk mengisi seminar. Hingga maghrib aku sampai rumah dan la la la …
Bismillah,
aku sedang berusaha mewujudkannya .. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar