Senin, 21 Maret 2016

Aku berandai 15 tahun lagi


Aku berandai 15 tahun lagi

18.39 menaiki tangga sendirian sambil membawa belanjaan sayur segar di kanan dan bungkusan makan malam di kiri. Tak sabar ingin segera memasuki surge ku “kamar”. Seperti biasa, lantai atas sepi, tetangga kosku mudik ke kampungnya entah berapa lama. Jadilah aku seperti tinggal sendiri. Mencari kunci, membuka pintu, dan menyalakan   lampu . . .

Alangkah indahnya jika dalam keadaan seperti ini ada si kecil yang menyambutku. Berteriak “bundaaa..” sambil berlari menghamburku. Lantas beralih mengambil barang-barang belanjaanku. Tak sabar mencari-cari makanan yang aku bawa. Sepintas menanggapnya, sejurus menengadah, melihat “dia” melempar senyum dan mendekatiku. “Assalamualaikum bunda .. “. Suara lembutnya selalu membuatku tentram. “Waalaikumsalam ayah” jawabku dengan mengembangkan sepenuh senyum sambill mencium tangannya . . .

Haha mungkin gula darahku terlalu drop, jadi mulai mengandai-ngandai kesana kemari. Alangkah indahnya jika keadaan telah ku ubah atas izinNya. Bismillah, masih otw berusaha menjadi “orang”. Singkat, satu paragraf itu menggambarkan keinginanku. Tetap bisa berkarir tanpa mengesampingkan tugas utama sebagai seorang ibu. Tetap berkarya dalam pengabdian pada keluarga.

Satu paragraf. Aku berandai itu adalah secuplik dari kisahku nanti, amiin :). Ketika suatu saat aku sangat mendalami dan expert dalam suatu bidang tertentu, lalu diundang untuk mengisi seminar. Hingga maghrib aku sampai rumah dan la la la …

Bismillah, aku sedang berusaha mewujudkannya .. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar