Rabu, 23 Maret 2016

Karena siapa?


Karena siapa?

Jawabannya karena “kita”. Siang ini jogja diguyur hujan derass plus angin kencang. Mau tidak mau menerjang badai buat ngumpulin tugas yang deadlinenya tinggal h-sekian jam. Iseng, aku coba lewat tempat yang ngga biasanya ku lewatin. Maceeett. Ampun deh, hayati lelah. Ga kerasa air udah makin tinggi, sepatu mulai terendam walaupun udah naik di tempat pancatan kaki.

Huft, ini to banjir yang kayak di tivi tivi. Huhu, basah mulai merambat dari bawah. Makin ngga nyaman. Ternyata ada 1 mobil mogok. Sebagai akar dari kemacetan (maklum, motor tetap bisa merayap semacet apapun).

Oh God, jogja banjiir. Kalo udah begini yang salah siapa? Salahin pemerintah karena ngga ngasih fasilitas umum yang baik? Helloo, punya kaca ngga di rumah? Kita introspeksi diri dulu deh. Siapa yang buang sampah di sungai? Siapa yang ga mau bersihin gorong-gorong? Itu semua tanggung jawab kita gengs.

Udah jarang sekarang lihat bapak-bapak kerja bakti hari minggu pagi bersih-bersih gitu (kecuali di desa-desa mungkin masih). Tapi sepertinya jogjaku makin ngga njogjani. Beberapa nilai-nilai kemasyarakatan mulai luntur, entah faktor apa. Yang jelas, aku kangen rumah :( aku pengen segera jadi bagian dari masyarakat. 9 tahun merantau :’’

Tidak ada komentar:

Posting Komentar