Karena siapa?
Jawabannya karena “kita”. Siang ini
jogja diguyur hujan derass plus angin kencang. Mau tidak mau menerjang badai
buat ngumpulin tugas yang deadlinenya tinggal h-sekian jam. Iseng, aku coba
lewat tempat yang ngga biasanya ku lewatin. Maceeett. Ampun deh, hayati lelah. Ga
kerasa air udah makin tinggi, sepatu mulai terendam walaupun udah naik di
tempat pancatan kaki.
Huft, ini to banjir yang kayak di
tivi tivi. Huhu, basah mulai merambat dari bawah. Makin ngga nyaman. Ternyata
ada 1 mobil mogok. Sebagai akar dari kemacetan (maklum, motor tetap bisa
merayap semacet apapun).
Oh God, jogja banjiir. Kalo udah
begini yang salah siapa? Salahin pemerintah karena ngga ngasih fasilitas umum
yang baik? Helloo, punya kaca ngga di rumah? Kita introspeksi diri dulu deh. Siapa
yang buang sampah di sungai? Siapa yang ga mau bersihin gorong-gorong? Itu semua
tanggung jawab kita gengs.
Udah jarang sekarang lihat
bapak-bapak kerja bakti hari minggu pagi bersih-bersih gitu (kecuali di
desa-desa mungkin masih). Tapi sepertinya jogjaku makin ngga njogjani. Beberapa
nilai-nilai kemasyarakatan mulai luntur, entah faktor apa. Yang jelas, aku
kangen rumah :( aku pengen segera jadi bagian dari masyarakat. 9 tahun merantau
:’’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar