hening yang berpacu dengan waktu
berteriak kicau pada sunyi
mendobrak diri yang terus terpaku
berjalan kaki tanpa pasti
raya nan ramai pun sunyi
satu, dua,
sorot lampu mengarah ku
silau mata pedih
sisa tangis semalam
bungkam
diam
sendiri
hanya rasa yang menyusup dalam kata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar