Minggu, 20 Mei 2018

Wanita bekerja

Aku belum bisa menangkap hikmah lain dari kehidupan di samping aktivitas bekerja, karena waktuku masih banyak tersita untuk pekerjaan. Orang bilang, totalitas wkwkwk. Bukan sebenarnya, aku hanya belum meluangkan waktu untuk berjalan kaki, benar-benar mengamati kehidupan sekitar, dan menangkap hikmah yg bisa dipetik. Jadi untuk sementara, aku baru bisa membicarakan mengenai pekerjaan.

Salah satu anugerah terindah yg Allah berikan padaku, pekerjaan. Aku sangat mencintai pekerjaan ini. Bukan tanpa perjuangan di belakang sana tentunya. Aku pernah mengalami jatuh bangun selama 9 bulan terakhir. Tak terhitung berapa kali aku ingin resign. Tak terhitung berapa lama aku menangis karena banyak hal yang harus aku selesaikan. Tapi kembali pada kata pepatah, pukulan yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat. Beruntung aku memiliki atasan, beberapa kolega, dan keluarga yg selalu mengerti dan membukakan pikiranku.

Apa yang salah dengan wanita bekerja? Bekerja adalah cara ku mengaktualisasikan diri. Sebagaimana kita telah mengaktualisasikan diri di bangku SD hingga kuliah, begitupun bekerja. Hanya saja, di tempat bekerja kita dituntut untuk belajar lebih cepat. Sering melakukan penelitian sederhana melalui pengambilan keputusan yg dirasa tepat, trial and error. Terlebih sebagai seorang leader.

-Kodratnya wanita bekerja di rumah- untuk pernyataan itu, akan ku jawab nanti. Usai aku memiliki kedewasaan yg cukup matang mengenai pernikahan dan segala konsepnya. Untukku saat ini, adalah memberikan yg ter
baik semaksimal mungkin di pekerjaan, belajar lebih banyak dari siapapun kapanpun dan dimanapun. Mengaktualisasikan diri. Bertumbuh dari hari ke hari. Lebih dewasa dari tempaan masalah demi masalah. Hingga suatu saat aku bisa mendiskusikan dengan “mas imam”, mana yg terbaik.

Jangan memandang rendah wanita bekerja, juga jangan menganggap wanita bekerja terlalu superior. Setiap wanita bekerja memiliki alasan atas pilihan mereka untuk bekerja. Juga, setinggi apapun mereka terlihat, kepada “mas imam” tetap harus tunduk dan mengabdi. :)


Selamat istirahat fellas !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar