Aku belum
bisa menangkap hikmah lain dari kehidupan di samping aktivitas bekerja, karena
waktuku masih banyak tersita untuk pekerjaan. Orang bilang, totalitas wkwkwk. Bukan
sebenarnya, aku hanya belum meluangkan waktu untuk berjalan kaki, benar-benar mengamati
kehidupan sekitar, dan menangkap hikmah yg bisa dipetik. Jadi untuk sementara,
aku baru bisa membicarakan mengenai pekerjaan.
Salah satu
anugerah terindah yg Allah berikan padaku, pekerjaan. Aku sangat mencintai
pekerjaan ini. Bukan tanpa perjuangan di belakang sana tentunya. Aku pernah
mengalami jatuh bangun selama 9 bulan terakhir. Tak terhitung berapa kali aku
ingin resign. Tak terhitung berapa lama aku menangis karena banyak hal yang
harus aku selesaikan. Tapi kembali pada kata pepatah, pukulan yang tidak
membunuhmu akan membuatmu lebih kuat. Beruntung aku memiliki atasan, beberapa kolega,
dan keluarga yg selalu mengerti dan membukakan pikiranku.
Apa yang
salah dengan wanita bekerja? Bekerja adalah cara ku mengaktualisasikan diri. Sebagaimana
kita telah mengaktualisasikan diri di bangku SD hingga kuliah, begitupun
bekerja. Hanya saja, di tempat bekerja kita dituntut untuk belajar lebih cepat.
Sering melakukan penelitian sederhana melalui pengambilan keputusan yg dirasa
tepat, trial and error. Terlebih sebagai seorang leader.
-Kodratnya
wanita bekerja di rumah- untuk pernyataan itu, akan ku jawab nanti. Usai aku
memiliki kedewasaan yg cukup matang mengenai pernikahan dan segala konsepnya. Untukku
saat ini, adalah memberikan yg ter
Jangan
memandang rendah wanita bekerja, juga jangan menganggap wanita bekerja terlalu
superior. Setiap wanita bekerja memiliki alasan atas pilihan mereka untuk
bekerja. Juga, setinggi apapun mereka terlihat, kepada “mas imam” tetap harus
tunduk dan mengabdi. :)
Selamat
istirahat fellas !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar