Komunikasi Terakhir
6 Juli 2014
Me: malioboro udh berubah :(
Him: sooner or later, everything we knew’ll change into
something strange.
Don’t worry
about the changes. Everybody can destroy everything but not memories. Someday
if I “go home” earlier before you, you can still remember me by our old
malioboro. I’ll do the same if it ever happened to you.
![]() |
| sumber: gde-fon.com |
Tak pernah sekalipun kami saling
mengungkapkan rasa kagum masing-masing. Semua diam, tersirat dalam tindakan dan
bahasa jiwa yang terucap dalam air muka. Dulu, aku mengira akan ada satu momen,
mungkin ketika kelulusan atau acara perpisahan di tahun akhir. Namun ternyata
tidak. Kami diam seribu bahasa dan membiarkan kisah monyet ini perlahan meredup
dan menghilang. Hingga lost contact sama sekali.
Tak tahu maya atau nyata, seseorang
telah membuatku selalu memikirkannya selama masa remajaku. Mengganggu
malam-malam panjangku, mengusik belajarku di tanah rantau. Memberi bumbu manis,
cemburu, kesal, senyum, semuanya. Aku anggap dia iklan dalam sebuah acara
tayangan televisi “masa SMA” ku. Membuat rating acara itu kadang naik dan
kadang turun. Aku tidak akan menyalahkan diriku karena hal ini. Ini hanya
permainan remaja biasa, yang wajar, yang hampir semua orang merasakannya.
Malioboro. Sebuah tempat di
jantung kota Yogyakarta. Ramah nian dengan segala pernak-pernik lampu malamnya.
Di tahun pertama, mengayuh sepeda hingga ke tempat itu begitu menyenangkan.
Bertemu di depan istana. Tahun ketiga, berjalan kaki menyusuri jalanan kota
jogja. Jogja yang kala itu masih ramah. Lampu kuning yang menghiasi malam. Juga
halaman benteng vredeburg, belum menjadi tempat parkir kotor seperti sekarang.
Dulu dulu, dulu ketika dia masih tinggal di kota ini. j o g j a .
Sekarang sudah menjalani pilihan masing-masing. Terlepas kita akan bertemu atau tidak suatu saat
nanti, biarkan aku tetap mengingatnya. Seperti katamu, I’ll remember you by our
old malioboro. Semoga sukses, dimanapun kamu berada saat ini. Menjadi apapun
kamu di masa depan. Dan siapapun pendampingmu kelak.
Terimakasih untuk
pengalaman ini sobat :)
*aku ingkar janji untuk ngga menye-menye soal beginian.
Sekali saja, lain kali aku akan berusaha jadi gadis dewasa :D
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar