Beberapa waktu lalu aku dan sepupuku memyempatkan diri mampir ke alun-alun ini. Saat itu terik sedang memuncak karena kita berkunjung di siang bolong. Bertahun-tahun aku mengabaikan tempat ini. Sudah hampir 7 tahun ini aku menganyam pendidikan di tanah orang. Setiap melewati tempat ini aku cuek saja. Sampai hari itu.
Ketika kami memarkir motor, kami disambut dengan semilir angin segar. Pohon2 beringin berusia puluhan atau mungkin ratusan tahun membuat tepi alun2 ini lebih rindang. Angin yang berhembus seperti nyanyian Nina bobok, nyaman sekali, hingga rasa kantuk sedikit menyerang.
Beranjak ke main area di alun2, rumput hijau muda nan rapi menemani kami berpijak di tanah ini. Tampak dari kejauhan patung pangeran diponegoro sedang menaiki kudanya sambil menunjuk ke suatu arah. Konon, arah tersebut memeiliki arti. Di sebelah Timur paying pangeran, ada tempat yg jadi favorit untuk dapet jepretan. Yaitu tulisan kota M A G E L A N G. indahnyaaa. Pemerintah kota ini telah bekerja keras rupanya, hingga tempat yg dulu tak begitu tertata dan sampah bertebaran dimana2, sekarang menjadi cantikk. Bangga Magelangg!!!
Sayang siang itu benar2 terik. Kami tak bisa berlama2. Sebelum muka kami menjadi udang rebusss di tempat itu




Tidak ada komentar:
Posting Komentar