More than beautiful, it's amazing . untuk pertama kalinya sepanjang aku latihan di perguruan pencak silat merpati putih, penyaluran tenaga dlm bentuk pematahan beton. Sebelumnya sama sekali belum pernah aku mematahkan satu beton pun dengan berbagai teknik *teknik seadanya tentunya. Pun pada ujian kenaikan tingkat pertamaku beberapa bulan lalu. Hanya segelintir yang berhasil. Terkecuali aku. Kami semua menyebut beton-beton tersebut ''beton dewa''. Beton berkadar semen tinggi, partikelnya sangat kompak, susah mematahkannya.
Sore ini, di lapangan GSP yg indah, kami akan melakukan gladi untuk inagurasi ospek univ. Beberapa unit kegiatan mahasiswa mendapat kehormatan untuk unjuk kebolehan masing-masing. Sebagai andalan, rangkaian gerak dan pematahan adalah ciri khas kami.
Sore yg lumayan terik sebenarnya. Kami kira gladi harus menampilkan semuanya, termasuk pamatahan. Kami sudah membawa tonggak dan beberapa ''beton dewa'' untuk ini. Namun ternyata hanya petunjuk cara masuk keluar dan susunan ukm. Oke fine, semua peralatan yang kami bawa hampir sia-sia. Untungnya, kami punya ide. Memecahkan beton-beton tersebut di sedikit keramaian sore GSP.
Ada satu beton tingkat A-Pi. Itu beton yg seharusnya ku patahkan di ujian lalu, tapi tidak berhasil. Aku dan kawan2 tingkat dasar 2 harus mencobanya kali ini. Aku mencoba pertama, ku kerahkan semua pengetahuanku tentang pematahan teknik punggung siku. Sedikit ragu, dan yak, aku gagal. Arvita mencoba setelahku, dia barusaja pendidikan polwan, powernya bagus. Namun gagal pula. Sepertinya teknik kami yang kurang, kami juga belum begitu banyak pengerasan*.
Aku penasaran, seharusnya itu teknik termudah untuk pematahan. Tak elak, aku mencobanya lagi. Memantapkan perkenaan, mencoba ayunan gerakan, mengejangkan tangan, olah nafas, daaaaan ... preekkk .. Patah, waaa pataaaah akhirnya pataaaah :') . indah nian, rasanyaa bener2 amazing. Tangan kurus kecil ini akhirnya bisa mematahkan beton :"D . Untuk sebagian orang, mungkin ini biasa saja. Mungkin tak perlu banyak ba bi bu dengan mudah dapat melakukannya. Tp untukku pribadi ini luar biasa.
Setelahku ada juga dimas, pindahan dari kolat klaten kalau tidak salah. Dia mencoba mematahkan beton C , dua tingkat di atasku. Dengan teknik pisau tangan *teknik paling susah, sekali mencoba, prakk patah. Luar biasa. Ada pula mba ning ning dengan cercaan kakinya. Wooouw kolat ini kereen!!
Bergabunglah dengan kami Merpati Putih Kolat UGM, info selengkapnya di:
merpatiputih.ukm.ugm.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar