bulan-bulan terakhir kebersamaanku dengan sahabatku Icha. Di selembar kertas yang tak lagi berfungsi semestinya ...
Filda : ''Dulu aku sering bertanya 'Tuhan, akankah Engkau pertemukan aku dan dia di masa depan nanti?'. Namun pertanyaan itu akhirnya terhapus. Dalam fikiranku saat ini 'Tuhan, jangan Engkau pertemukan aku dan dia di masa depan nanti, aku terlalu lelah dengan semua tingkahlakunya."
#teruntuk seseorang yang aku cintai tiga tahun terakhir
Icha : "aasek sroook . Cinta tak harus memiliki . :)"
'Cinta tak harus memiliki. mungkin memang benar. masalalu kita yang dulu itu adalah obsesi yang berlebih. khayalan tingkat tinggi. layaknya jerapah yang memiliki leher pendek, tak dapat menggapai pohon yang tinggi dan suatu saat akan punah (Lamarck). Tetapi tidak semua pohon itu tinggi. Allah punya rencana yang indah :)'
Filda : "hahhaha, analogi"
:D Kamu benar, cinta ku bagai bibit yang mulai tumbuh, tak sengaja seseorang menumpahkan HCl di atasnya, terserap oleh akar hingga merasuk dalam setiap sel. Membunuhnya perlahan. Sudahlah mungkin belum saatnya aku membiarkan benih itu tumbuh. Tapi, mimpi kita bertemu di luar wilayah negara ini tidak berlebihan kan ? Aku takut, semoga saja bukan hanya omong kosong remaja labil seperti kita saat ini :D'
Icha : "Remaja juga manusia. Apa sih yang tidak mungkin di dunia ini ? Kunfayakun! Jadilah, tak ada yang mustahil buat Allah. Butuh berapa malaikatkah untuk mengamini mimpi kita ? haha. Pasti terwujud! optimis. Yang berlebihan itu terkadang dibutuhkan."
Surat ini berakhir seiring berakhirnya pelajaran matematika. Love you math teacher .. Maaf menyalah gunakan sedikit waktu di pelajaran bapak ^.^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar