Jumat, 25 Januari 2013

Merangkak, Berjalan atau Berlari

Lama jemari ku tak menari-nari di atas keyboard. aku sibuk akan sesuatu. entah apa itu. namun aku selalu sibuk. serasa beribu-ribu detik telah berlalu. namun tak ada satu pun -yang aku rasa- bertambah. Terkadang aku biarkan watu terus saja berjalan tanpa meninggalkan makna. Begitu sia-sia.Bila detik ini juga Tuhan mengambil nyawaku, apa yang bisa aku lakukan? Mungkin hanya menangis, meraung, penuh penyesalan.

Tuhan, ampuni diri ini.Begitu mudah tersesatkan oleh cinta semu. Kepergiannya menyisakan kepedihan yang amat sangat. Aku melupakanMu. Aku tlah lama menjauh dari Mu. Sudikah Engkau menerimaku kembali. Namun sulit menyelusuri jalan lalu. Mungkin aku harus membuka dari awal, memulai semuanya dari nol. Semoga saja.

Ujian Nasional akan segera tiba. Hanya tinggal menunggu hitungan hari. Aku masih stagnan, berjalan di tempat. Namun waktu tak pernah menunggu. Ia terus berjalan, berlalu tanpa mau menunggu ku yang sedang tertatih.

Aku tak boleh seperti ini. Aku harus BANGKIT. Aku harus kembali "hidup". Kembali menyusun kehidupan. Kembali menyongsong hari dengan senyuman. Tidak. Aku tidak akan menyusun hidupku dengan puing-puing yang tersisa. Seperti hubunganku dengan Tuhanku. Aku harus memulai semuanya dari nol.

Memulai hidup baru, menghadirkan semangat baru, menyalakan asa yang mulai meredup, membuang semua yang tidak perlu disandang. Karna hidup adalah pilihan. Tuhan memberikan kita berbagai pilihan. Jalan taqwa atau jalan fasik. Dan aku telah memilih. Aku tak akan lagi tertatih. Aku akan BERLARI mengejar mimpi2ku.

-Abadika, 26 Januari 2013-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar