Perjalanan masih
saangat panjang. Jalani, tekuni, sabar, tawakkal. Allah tidak akan membebani
seseorang di luar kemampuannya bukan?
Melihat
teman-teman sudah bekeluarga, beberapa sambil bekerja, menimang buah hati
mereka. Indah sekali. Melihat desain-desain rumah unik nan cantik, rasanya “nyaman
sekali berada di dalamnya”. Namun semua butuh proses, tidak instan. Jangan
percaya siapapun. Tidak ada penyihir yang bisa menjadikanmu Cinderella dalam
satu malam. Semua harus diusahakan.
Kita memiliki
rencana, A, B, C hingga Z. Tapi Allah selalu punya rencana lebih baik dari itu.
Apalah manusia. Kadang hanya bisa menangis bersimpuh, namun lupa ketika
berlimpah nikmat.
Dan kini,
aku sedang berada di titik jenuh, mungkin titik terjenuh. Ingin pergi dari
rutinitas ini, sudah seperti robot. Tak ada teman yang bisa dengan tulus ku
ajak bercengkrama. Kehidupanku serasa pernuh dg kerja-tidur-kerja-tidur.
Hiburan? Ah makan makanan lezat, dan menghamburkan uang.
Selebihnya
aku jenuh.
Bekerja di tempat
ini, uang melimpah, semua kebutuhan keluargaku terpenuhi, tapi aku kosong.
Sungguh menjemukan jauh dari para staf lain, bertemu pun tak akrab, tak ada
kenalan atau teman kuliah. Atau aku yang terlalu malas bersosialisasi. Teman
itu diciptakan, dan butuh energi lebih untuk menciptakan “pertemanan” itu.
Ah aku rindu
jogja, rindu rumah hijau itu, rindu setiap sudut kampusku, rindu kesibukan
rumah belajar, rindu event2 sosial. Sempat terbesit, apa aku perlu mencari
pekerjaan lain yg bisa ditempatkan di sana? Ah entahlah. Random.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar