Laman

Minggu, 27 Mei 2018

Dua Tiga dan Angin Segar

“Nok, jangan lupa selalu bersukur”. Alhamdulillah, itu nasehat yang selalu ibu ingatkan sebelum menutup telpon dari ku. Satu lagi, selalu berbaik sangka terhadap apa yg Allah gariskan pada ku. Belakangan, aku ribet sekali, kenapa Allah belum juga datangkan jodoh, padahal sudah berusaha merayu Allah ini itu. Mungkin aku terlalu panik. Usia ku sudah menginjak dua tiga, teman-temanku sudah memiliki putra. Sedangkan aku, hilal jodoh pun belum juga terlihat, haha.  Di sisi lain, peluang karir ku semakin terbuka. Aku jadi teringat nasehat Triana, dalam menjawab doa kita, Allah punya 3 jawaban: “ya”, “nanti”, atau “Aku punya yg lebih baik”. Mungkin ini saatnya move on memikirkan jodoh, haha. Mungkin Allah ingin aku “nanti” memikirkannya. Tak ada yg tak mungkin bagi Nya. Bumi masih terhampar luas, masih bejuta-juta manusia di muka bumi. Mudah sekali bagi Allah untuk membolak balikkan hati manusia. Jadi tenang, tak ada yg perlu dikhawatirkan sekalipun usiaku sudah dua tiga. Naudzubillahi min dzalik, apapun yg terjadi aku tak akan membuka cerita masa lalu, “F” , tak ada jalan kembali.

Sekarang yg ingin aku jalani adalah menikmati karir ku seperti layaknya aku menikmati bermain dengan soal-soal olimpiade matematika dahulu. Aku paham, aku tak akan berhasil 100%. Yang aku tau, apa yg aku jalani sekarang sangat menyenangkan. Kerikil tajam bahkan hantaman batu akan selalu ada, namun itu yang membuat jalanku lebih bermakna dan berwarna.

Selanjutnya, target kecilku, membuktikan aku bisa berprestasi di ibu kota. Mengembangkan networking lebih luas di sana. Impianku, satu tahun lagi, aku bisa menyodorkan program bagus, lalu bisa memegang rayon Yogyakarta, aktif lagi di olahraga freeletics, menjadi pembicara di event2 mahasiswa, memberikan hadiah bagus untuk simbah dan mba lala di warung property. Oh ya, sebelum itu, November 2018 aku sudah harus bisa menyetir mobil dengan sim A nya.

Sedikit tentang warung property. Sebuah "warteg" kalo orang biasa menyebutnya, bertempat di jalan Monjali Yogyakarta. Semenjak tahun 2010, warung itu selalu menyuplai asupan gizi ku, xixi. Harganya sangat terjangkau untuk aku yg hanya punya uang makan 50rb seminggu. Semakin berjalannya waktu, hingga aku lulus kuliah di 2017, tak banyak kenaikan harga yg diberikan pada ku. Khusus aku, ya walaupun harga ke pelanggan lain tergolongnya masih cukup murah dibandingkan warung lain. Aku sayang sekali dengan simbah dan keluarganya. Sering aku berlama-lama untuk ngobrol. Prinsip simbah, gapapa keuntungan sedikit, asalkan perputaran cepat. Hal ini sangat menguntungkan kami anak kosan, hehe. Sekarang Alhamdulillah, pelanggan semakin banyak, warung sudah lebih bagus, simbah dan keluarganya juga sudah bisa beli mobil avansa. Jadi ketika aku bisa kembali lagi ke sana, aku ingiin sekali memberikan simbah hadiah untuk kebaikan hatinya pada kami anak kosan :D .

Alhamdulillah, aku bahagia menjalani hari2ku saat ini. Seorang muslim yang baik, jika diberi anugerah maka akan bersyukur, dan jika diberi cobaan maka akan bersabar. Setiap manusia punya masa lalu. Apa yang ada pada dirimu saat ini bukanlah harga mati untuk kau tidak pernah berjuang memperbaikinya, bukan?  Ini aku, yg masih berusaha memaafkan masa lalu dan menjadi muslim lebih baik dari hari ke hari :)


Bandung, di sela istirahat kantor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar