Di bulan-bulan pertama, menjadi
langganan dihukum adalah makanan rutin bagi kami. Tak ada sekali latihan pun
yang lolos dari hukuman. Pencapaian lari ku melebihi 8 menit (bahkan hingga
10menit). Hingga suatu saat salah satu teman yang masih baru pula, dia bisa
memecahkan mitos bahwa dasar 1 putri (tingkatan pemula) dapat berlari kurang
dari 8 menit. Badannya bahkan lebih kecil dari postur tubuhku. Hei kenapa aku
tidak bisa? Dari dia, aku terinspirasi. Dan jadilah. Aku mempercepat langkahku.
Hingga suatu malam latihan, untuk pertama kali aku memecahkannya. 8 menit
tepat.
Di malam-malam berikutnya, aku
sesekali masuk kurang dari 8 menit,
walaupun lebih sering dihukum tentunya. Terus, terus saja aku menata diri. Aku
jadikan setiap awal latihan adalah kesempatan baru. Untuk memecahkannya. Untuk
lolos dari hukuman. Tidak salah lagi, aku adalah tipe orang yang phobia
hukuman. Aku akan melakukan segala cara untuk lolos, atau minimal terhindar
darinya.
Banyak hal yang aku pikirkan
ketika aku berlari. Dan yang paling mengena adalah mengenai JARAK dan WAKTU.
Dua hal itu menjadi pokok dalam permasalahan lari ku. Aku harus mengarungi
jarak itu, menggerusnya menjadi bilangan yang lebih kecil. Selangkah demi
selangkan. 1600 meter hingga menjadi 0 meter. Dan itu bukan perkara yang mudah
ketika kita hanya memiliki kesempatan: tempuhlah dalam waktu tersebut.
Layaknya sebuah masalah, kita
hanya dapat memecahkannya dengan kecepatan. Hal itu buakan perkara yang mudah
terutama bagi seorang yang dulunya benci olahraga seperti ku. Tak seperti
mengendarai motor yang hanya dengan sedikit memutar genggaman tangan kita
mendapatkan perceptan tinggi, tidak. Kaki yang terasa lelah harus terus diadu.
Tubuh yang sedari tadi ingin istirahat harus ditegaskan. Tak jarang aku
meneteskan air mata ketika berlari. Degup jantungku berdebar keras. Semua harus
ku abaikan. Dan ternyata, itu cukup untuk memenuhi target MINIMAL dari pelatih.
Aku tahu, banyak teman-teman
yang jauh lebih cepat dari ku. Biarlah, aku sedang ingin memberi penghrgaan
pada diriku sendiri. Sembari terus melatih diri. Biar manusia kecil kurus ini
berlatih dan berlatih, suatu waktu nanti hingga bisa seperti kalian :)
curhat ala anak MP, semangat kakak.. (y)
BalasHapushihhi, iya kakak ^_^
BalasHapus