Jika boleh aku
mengandai
Jika boleh aku mengandai
Ingin ku habiskan waktu bersamanya
Mengunjungi tempat biasa-biasa saja
Namun tak biasa dengan bersamanya
Pagi yang cerah
taman pintar yang selalu ramai
Bermain air di halamannya
Mencoba wahana “pintar” sambil
bermanja dihadapannya
Siang yang terik
Mengbadikan gambar di tempat-tempat
unik
Menawan nan bersejarah
Ala benteng vredeeburg
Sore yang redup,
Ditemani hengat secangkir susu jahe
Melihat senja dari angkringan batas
kota
Lengkap dengan maghrib bersamanya di
masjid syuhada
Malam yang tak terusik
Bersepeda
mengelilingi kota ini
berakhir dengan bercengkrama
nol kilomenter yang romantis
masih mengandai
dan memang hanya dapat mengandai
setidaknya, untuk saat ini
ku tunggu engkau
wahai manusia sederhana
Tuhan memang telah memberitahuku
Ketika ruh ini baru saja ditiupkan
Namun siapa engkau
Seperti apa engkau
Aku tak dapat mengingatnya
Betapapun, rahasiaNya
Kini, hanya bersabar
Mengisi waktuku dengan hal-hal
positif
Hingga kita bertemu nanti
Aku ingin, ketika nanti kau menemuiku
Aku telah menjadi wanita luar biasa
Untuk mendampingi engkau yang luar biasa
Disela
waktuku, Oktober 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar