Jumat, 25 Oktober 2013

Jika boleh aku mengandai



Jika  boleh aku mengandai

Jika boleh aku mengandai
Ingin ku habiskan waktu bersamanya
Mengunjungi tempat biasa-biasa saja
Namun tak biasa dengan bersamanya

Pagi yang cerah
taman pintar yang selalu ramai
Bermain air di halamannya
Mencoba wahana “pintar” sambil bermanja dihadapannya

Siang yang terik
Mengbadikan gambar di tempat-tempat unik
Menawan nan bersejarah
Ala benteng vredeeburg

Sore yang redup,
Ditemani hengat secangkir susu jahe
Melihat senja dari angkringan batas kota
Lengkap dengan maghrib bersamanya di masjid syuhada

Malam yang tak terusik
Bersepeda
mengelilingi kota ini
berakhir dengan bercengkrama
nol kilomenter yang romantis

masih mengandai
dan memang hanya dapat mengandai
setidaknya, untuk saat ini

ku tunggu engkau
wahai manusia sederhana
Tuhan memang telah memberitahuku
Ketika ruh ini baru saja ditiupkan

Namun siapa engkau
Seperti apa engkau
Aku tak dapat mengingatnya
Betapapun, rahasiaNya

Kini, hanya  bersabar
Mengisi waktuku dengan hal-hal positif
Hingga kita bertemu nanti
Aku ingin, ketika nanti kau menemuiku
Aku telah menjadi wanita luar biasa
Untuk mendampingi  engkau yang luar biasa




Disela waktuku, Oktober 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar